UTPUTP

Jurnal Arsitektur INOVARSIJurnal Arsitektur INOVARSI

Palembang, sebagai kota tertua di Indonesia, memiliki banyak cerita sejarah dan peristiwa sejak masa kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, masa kolonial hingga setelah kemerdekaan. Ada banyak peninggalan bangunan bersejarah di Palembang, dan berbagai cara telah dilakukan untuk mempertahankan eksistensinya, seperti merevitalisasi, mengubah fungsi menjadi kantor, museum, atau restoran. Namun, perbaikan fisik saja tidak cukup, diperlukan inovasi untuk menghidupkan suasana bangunan bersejarah ini dan menjadikannya tempat wisata yang dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat serta menjadi sumber pendapatan bagi kota dan masyarakatnya. Pengunjung diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman kuliner, tetapi juga menambah pengetahuan tentang sejarah Palembang yang terkenal sebagai kota tertua di Indonesia.

Gedung Ledeng Palembang memiliki nilai sejarah yang tinggi dan potensi besar sebagai destinasi wisata heritage berbasis edukasi.Dengan pengelolaan yang baik, gedung ini dapat menjadi ikon wisata sejarah di Palembang, sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda.Dukungan dari pemerintah, komunitas, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan potensi ini.Memang, saat ini eksplorasi gedung terbatas karena fungsinya sebagai kantor walikota dan pusat administrasi kota.Pemerintah kota dapat memanfaatkan waktu akhir pekan untuk membuka dan menerima pengunjung, sehingga masyarakat sekitar dapat menikmati gedung ini dengan leluasa dan menimbulkan rasa memiliki.

Untuk mengembangkan potensi Gedung Ledeng Palembang sebagai destinasi wisata heritage berbasis edukasi, perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, pemerintah kota dapat memanfaatkan waktu akhir pekan atau libur kantor untuk membuka gedung ini bagi pengunjung, sehingga masyarakat dapat menikmati dan memiliki rasa memiliki terhadap gedung tersebut. Kedua, perlu ada upaya untuk meningkatkan minat masyarakat atau wisatawan dengan promosi yang baik, sehingga mereka tidak merasa eksklusif atau tertutup saat mengunjungi gedung ini. Ketiga, dengan dukungan dari pemerintah, komunitas, dan masyarakat, gedung ini dapat dikelola dengan baik dan menjadi ikon wisata sejarah di Palembang, sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Read online
File size959.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test