UTPUTP

Jurnal Desiminasi TeknologiJurnal Desiminasi Teknologi

Penelitian ini menganalisis sistem proteksi petir eksternal pada tangki K20 PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju dengan diameter tanki 60,7m dan tinggi 26,88m, di Sumatera Selatan yang dikenal memiliki intensitas sambaran petir tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem proteksi petir eksternal menggunakan metode bola bergulir rolling sphere dengan diameter 20m guna menentukan kebutuhan air termination dan down conductor. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan pemodelan rangkaian ekivalen dengan komponen RLC untuk dianalisis menggunakan perangkat lunak ATP – Draw. Dari perancangan yang dilakukan, diperoleh kebutuhan lima buah air termination tipe franklin rod sepanjang 50 cm dan 8 buah down conductor dengan bahan kbc 50mm(cid:2870) dan 1 buah grounding rod dengan diameter 16mm di tanam ke bawah tanah sedalam 3m untuk memberikan perlindungan menyeluruh pada tangki. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan sambaran petir sebesar 160 MV pada air termination berhasil diredam menjadi sekitar 3,5 MV pada grounding rod, dengan arus sambaran yang mengalir melalui sistem proteksi tercatat sebesar 30 kA dengan menggunakan arus heidler. Dengan demikian, sistem proteksi petir eksternal yang dirancang telah memenuhi standar IEC 62305 untuk level proteksi 1, dan diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan akibat sambaran petir pada tangki penyimpanan bahan bakar tersebut.

Desain dari sistem proteksi petir eksternal dengan metode rolling sphere dari tangki objek penelitian dengan menggunakan software sketchup yaitu proteksi petir dengan level 1 serta memiliki kebutuhan air termination yaitu jenis franklin rod sepanjang 50cm sebanyak 5 buah serta membutuhkan 8 buah down conductor yaitu kabel kbc 50mm dengan panjang 405,75 dan di pararelkan ke 1 buah grounding rod dengan diameter 16mm di sepanjang 3m dan ditanam sedalam 3m.Hasil simulasi dengan menggunakan software ATP-Draw yang ditampilkan plot xy didapatkan tegangan sambaran petir yang mengenai air termination sebesar 160 MV dan turun setelah melewati rangkaian proteksi petir menjadi 3.Dan arus dari sambaran petir yang mengenai air termination sebesar 30kA.

Untuk meningkatkan efektivitas sistem proteksi petir, penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan material alternatif untuk grounding rod yang lebih tahan terhadap korosi di lingkungan lembap seperti di Sumatera Selatan. Selain itu, pengembangan sensor cerdas berbasis IoT untuk memantau kondisi real-time dari sistem proteksi petir dapat membantu deteksi dini kerusakan atau penurunan performa. Terakhir, studi lebih lanjut tentang dampak perubahan iklim terhadap frekuensi dan intensitas petir di wilayah industri bisa memberikan data dasar untuk merancang sistem proteksi yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

  1. KARAKTERISTIK PETIR INDONESIA DAN PENGGUNAANNYA DALAM EVALUASI UNJUK KERJA SALURAN UDARA 150 KV SAAT... doi.org/10.30869/jtech.v9i1.726KARAKTERISTIK PETIR INDONESIA DAN PENGGUNAANNYA DALAM EVALUASI UNJUK KERJA SALURAN UDARA 150 KV SAAT doi 10 30869 jtech v9i1 726
Read online
File size1.01 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test