UNPADUNPAD

Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy Research

Induksi hiperglikemia pada model hewan sangat penting untuk penelitian pra-klinis pengembangan obat anti-diabetik, terutama ketika hewan uji diabetik genetik tidak tersedia. Berbagai metode telah digunakan untuk meningkatkan tingkat glikemik pada hewan uji. Meskipun alloxan monohidrat, streptozotocin, dan dextrose monohidrat umum digunakan untuk menginduksi hiperglikemia pada model hewan, efek komparatifnya terhadap kontrol glikemik dan histopatologi pankreas masih kurang dieksplorasi. Secara khusus, tingkat kerusakan pankreas yang disebabkan oleh agen ini, terutama dalam kondisi hiperglikemia stabil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas tiga agen tersebut dalam menginduksi hiperglikemia pada tikus, dengan fokus pada dampaknya terhadap histologi pankreas, untuk mengidentifikasi agen yang paling sesuai untuk memodelkan diabetes tipe 2 berdasarkan stabilitas glikemik dan kerusakan pankreas minimal. Protokol penelitian melibatkan pembagian tikus menjadi enam kelompok dengan kelompok kontrol. Tikus di Kelompok A dan D dikenai alloxan monohidrat 0,12 mg/gram berat badan, Kelompok B dan E dikenai streptozotocin 0,05 mg/gram berat badan, dan Kelompok C dan F dikenai dextrose monohidrat 6 mg/gram berat badan, menginduksi hiperglikemia selama sembilan hari setelah periode aklimatisasi tujuh hari. Pemeriksaan histopatologi pankreas mencakup penilaian vacuolasi sitoplasma, infiltrasi lemak, dan deformasi islet. Penelitian menemukan bahwa alloxan monohidrat lebih efektif daripada dextrose monohidrat dan streptozotocin dalam menginduksi dan mempertahankan stabilitas hiperglikemia pada tikus. Analisis histopatologi menunjukkan bahwa dextrose monohidrat dan streptozotocin menimbulkan risiko kerusakan pankreas yang lebih rendah, sementara alloxan menyebabkan deformasi islet dan vacuolasi sitoplasma yang signifikan. Temuan kami menunjukkan bahwa dextrose monohidrat dan streptozotocin lebih disarankan untuk memodelkan diabetes tipe 2 karena stabilitasnya dan dampak relatif yang ringan terhadap histologi pankreas.

Penelitian ini menemukan bahwa alloxan monohidrat lebih efektif daripada dextrose monohidrat dan streptozotocin dalam menginduksi dan mempertahankan stabilitas hiperglikemia pada tikus.Analisis histopatologi menunjukkan bahwa dextrose monohidrat dan streptozotocin menimbulkan risiko kerusakan pankreas yang lebih rendah, sementara alloxan menyebabkan deformasi islet dan vacuolasi sitoplasma yang signifikan.Temuan kami menunjukkan bahwa dextrose monohidrat dan streptozotocin lebih disarankan untuk memodelkan diabetes tipe 2 karena stabilitasnya dan dampak relatif yang ringan terhadap histologi pankreas.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari alloxan monohidrat, dextrose monohidrat, dan streptozotocin pada pankreas tikus, terutama dalam memahami perkembangan kerusakan pankreas secara bertahap. Kedua, penelitian dapat fokus pada kombinasi agen penginduksi hiperglikemia untuk mengeksplorasi potensi sinergi atau efek kompetitif yang mungkin meningkatkan stabilitas glikemik tanpa merusak pankreas secara signifikan. Ketiga, studi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas agen-agen ini dalam model hewan dengan kondisi diabetes yang lebih kompleks, seperti diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan. Saran-saran ini bertujuan memperluas pemahaman tentang mekanisme penginduksian hiperglikemia dan meningkatkan kualitas model hewan untuk penelitian pengobatan diabetes.

  1. MODELING OF MICE AS TEST ANIMALS FOR A PRECLINICAL STUDY OF HYPOLIPIDEMIC AGENTS | Jurnal Farmasi Sains... journal.unimma.ac.id/index.php/pharmacy/article/view/8463MODELING OF MICE AS TEST ANIMALS FOR A PRECLINICAL STUDY OF HYPOLIPIDEMIC AGENTS Jurnal Farmasi Sains journal unimma ac index php pharmacy article view 8463
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.14421/biomedich.2022.112.169-173One moment please one moment please wait request verified doi 10 14421 biomedich 2022 112 169 173
  3. EFEK JUS BAWANG BOMBAY (ALLIUM CEPA LINN.) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN... ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/view/4203EFEK JUS BAWANG BOMBAY ALLIUM CEPA LINN TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN ejournal umm ac index php sainmed article view 4203
  4. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00101040109510980 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0010104010951098
Read online
File size1.49 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test