UNISMUH PALUUNISMUH PALU
Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and PharmacyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat sensitivitas, spesifisitas, dan titik potong pengaruh aktivitas fisik dan stres psikologis terhadap penyakit ginjal kronis (CKD) di Kota Kendari. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 136 responden berusia 17-75 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengambilan sampel urin untuk menentukan proteinuria sebagai biomarker CKD menggunakan metode analisis urin 24 jam. Analisis data menggunakan kurva ROC dengan interval kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki kemampuan memprediksi CKD sebesar 68,6% (95%CI: 59,7%-77,5%). Sementara itu, variabel stres psikologis memiliki kemampuan memprediksi CKD sebesar 76,1% (95% CI: 64,6%-87,7%). Sensitivitas dan spesifisitas aktivitas fisik masing-masing adalah 62,9% dan 63,6%. Titik potong aktivitas fisik adalah 4,25 jam per hari. Sedangkan sensitivitas dan spesifisitas stres psikologis masing-masing adalah 71,4% dan 69,6%. Titik potong stres psikologis adalah 12,50 atau stres ringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel aktivitas fisik dan stres psikologis dapat digunakan untuk memprediksi CKD di Kota Kendari. Namun, kemampuan variabel stres psikologis sedikit lebih kuat daripada variabel aktivitas fisik. Seseorang yang melakukan aktivitas fisik setara atau di atas 4,25 jam per hari memiliki kemungkinan 62,9% lebih rendah untuk menderita penyakit ginjal, dibandingkan dengan mereka yang aktivitas fisiknya kurang dari 4,25 jam per hari. Selain itu, seseorang yang mengalami stres ringan atau lebih tinggi memiliki kemungkinan 71,4% lebih besar untuk mengalami penyakit ginjal, dibandingkan dengan mereka yang tidak stres. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada literatur untuk menentukan standar program dalam melaksanakan promosi kesehatan dan pencegahan terhadap pengendalian penyakit ginjal kronis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan stres psikologis dapat memprediksi terjadinya penyakit ginjal kronis (CKD) pada individu di wilayah Kota Kendari.Titik potong aktivitas fisik adalah 4,25 jam per hari dengan tingkat sensitivitas 62,9% dan tingkat spesifisitas 63,6%.Seseorang dengan aktivitas fisik setara atau lebih tinggi dari 4,25 jam per hari, maka 62,9% dari mereka tidak menderita penyakit ginjal kronis.Sementara itu, seseorang dengan tingkat stres psikologis ringan (skor ≥ 12,5) memiliki kemungkinan 71,4% mengalami penyakit ginjal kronis.Titik potong stres psikologis adalah 12,5 atau diklasifikasikan sebagai stres ringan, dengan tingkat sensitivitas 71,4% dan tingkat spesifisitas 69,6%.Hasil penelitian ini memiliki implikasi untuk pengembangan kebijakan dan program kesehatan masyarakat yang bertujuan mengendalikan atau mencegah penyakit ginjal kronis yang terkait dengan aktivitas fisik dan stres psikologis.Pengembangan kebijakan program perlu mencakup aspek pengembangan infrastruktur yang memungkinkan warga Kota Kendari melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau olahraga, serta rekreasi.Kondisi sosial yang harmonis yang memungkinkan warga hidup aman dan nyaman juga perlu diatur dalam kebijakan dan program.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan dasar promosi kesehatan dan pencegahan terhadap pengendalian penyakit ginjal kronis yang terkait dengan peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan kondisi psikologis masyarakat, khususnya di Kota Kendari.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan kebijakan dan program kesehatan masyarakat yang bertujuan mengendalikan atau mencegah penyakit ginjal kronis yang terkait dengan aktivitas fisik dan stres psikologis. Kebijakan dan program ini dapat mencakup pengembangan infrastruktur untuk aktivitas fisik dan rekreasi, serta menciptakan kondisi sosial yang harmonis.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode sampling yang lebih acak untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian mengenai titik potong, sensitivitas, dan spesifisitas aktivitas fisik dan stres psikologis terhadap penyakit ginjal kronis.. . 3. Melakukan perhitungan waktu aktivitas fisik secara akurat, misalnya dengan menggunakan stopwatch, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam menentukan titik potong, sensitivitas, dan spesifisitas aktivitas fisik terhadap penyakit ginjal kronis.. . 4. Mengumpulkan data tentang kondisi psikologis secara berkesinambungan selama lebih dari 24 jam untuk memungkinkan generalisasi hasil penelitian mengenai titik potong, sensitivitas, dan spesifisitas stres psikologis terhadap penyakit ginjal kronis.. . 5. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penyakit ginjal kronis, seperti perilaku tidak sehat, konsumsi air yang tidak memadai, sanitasi lingkungan yang buruk, merokok, status sosial ekonomi, gender, dan etnis.
| File size | 525.36 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UKSWUKSW Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan promosi penerapan PHBS pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebongan Salatiga. Melalui kegiatanPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan promosi penerapan PHBS pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebongan Salatiga. Melalui kegiatan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG 000) and husbands support (ρ value 0. 015). There is a relationship between mothers knowledge and husbands support with pregnant womens class participation000) and husbands support (ρ value 0. 015). There is a relationship between mothers knowledge and husbands support with pregnant womens class participation
UNIMUNIM Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup dan kelas sosial, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepatu imporPenelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup dan kelas sosial, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepatu impor
UNIBAUNIBA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien dengan kanker kandung kemih. MetodeTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien dengan kanker kandung kemih. Metode
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Sebagian besar responden (31 orang atau 62,0%) tidak patuh terhadap diet, sementara 19 responden (38,0%) patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antaraSebagian besar responden (31 orang atau 62,0%) tidak patuh terhadap diet, sementara 19 responden (38,0%) patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara
JQWHJQWH Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan wanita hamil primigravida tentang preeklamsia sebagian besar baik. Namun, ada juga ibu yang memilikiPenelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan wanita hamil primigravida tentang preeklamsia sebagian besar baik. Namun, ada juga ibu yang memiliki
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Faktor resiko anemi: pengetahuan, umur, paritas, sosial ekonomi. Tujuan: Untyuk mengetahui faktor resiko terjadinya anemi pada ibu hamil. Metode Penelitian:Faktor resiko anemi: pengetahuan, umur, paritas, sosial ekonomi. Tujuan: Untyuk mengetahui faktor resiko terjadinya anemi pada ibu hamil. Metode Penelitian:
LLDIKTI10LLDIKTI10 Metode yang digunakan dalam Sistem Pengambilan Keputusan ini adalah Metode Fuzy Tsukamoto dan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP). Tahapan dalamMetode yang digunakan dalam Sistem Pengambilan Keputusan ini adalah Metode Fuzy Tsukamoto dan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP). Tahapan dalam
Useful /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Penelitian mendatang diharapkan dapat menilai efektivitas HBCX secara longitudinal pada model hewan stunting serta mengkaji mekanisme biokimia di balikPenelitian mendatang diharapkan dapat menilai efektivitas HBCX secara longitudinal pada model hewan stunting serta mengkaji mekanisme biokimia di balik
UNIBAUNIBA Pekerja di industri tekstil, terutama dalam usaha konveksi, menghadapi risiko tinggi terpapar MSDs akibat posisi kerja yang kurang ergonomis. PenelitianPekerja di industri tekstil, terutama dalam usaha konveksi, menghadapi risiko tinggi terpapar MSDs akibat posisi kerja yang kurang ergonomis. Penelitian
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Namun, penelitian yang menghubungkan perawatan responsif dengan perkembangan anak masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasiNamun, penelitian yang menghubungkan perawatan responsif dengan perkembangan anak masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi
UNISMUH PALUUNISMUH PALU This confirms that a local culture-based approach positively impacts improving healthy behaviors among students. The findings underscore the importanceThis confirms that a local culture-based approach positively impacts improving healthy behaviors among students. The findings underscore the importance