JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Tingkat kematian pada wanita hamil akibat preeklamsia dan eklamsia di negara berkembang masih tinggi. Insiden preeklamsia, terutama pada primigravida muda, lebih tinggi dibandingkan pada multigravida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini preeklamsia pada wanita hamil, yang sangat penting untuk melakukan pengobatan yang cepat dan tepat, terutama pada wanita hamil primigravida. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 27 wanita hamil primigravida yang menjalani pemeriksaan di PMB Kustini, dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai P = 0.002 < dari (α 0.05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan deteksi dini pre-eklamsia pada wanita hamil primigravida. Memberikan pengetahuan edukasi tentang kehamilan berisiko, terutama preeklamsia, serta pemantauan dan deteksi dini preeklamsia pada wanita hamil primigravida.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan wanita hamil primigravida tentang preeklamsia sebagian besar baik.Namun, ada juga ibu yang memiliki pengetahuan yang kurang.Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi tentang preeklamsia, terutama mengenai faktor risiko preeklamsia, serta melakukan pemantauan dan deteksi dini preeklamsia pada wanita hamil primigravida.Selain itu, tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang benar mengenai mitos dan budaya yang ada di masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia, seperti tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan akses terhadap informasi kesehatan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengalaman ibu hamil tentang preeklamsia, serta hambatan yang mereka hadapi dalam melakukan deteksi dini. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang preeklamsia, dengan melibatkan berbagai metode penyampaian informasi yang menarik dan mudah dipahami. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat preeklamsia.

  1. Upaya Pencegahan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Di Desa Muntoi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang... journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/111Upaya Pencegahan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Di Desa Muntoi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang journal yrpipku index php ceej article view 111
  2. Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Preeklamsia di Nusa Tenggara Barat | Novyanti | Holistic Nursing... ejournal2.undip.ac.id/index.php/hnhs/article/view/16950Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Preeklamsia di Nusa Tenggara Barat Novyanti Holistic Nursing ejournal2 undip ac index php hnhs article view 16950
  3. The Relationship Between Knowledge Of Primigravida Pregnant Women About Preeclampsia And Early Detection... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/270The Relationship Between Knowledge Of Primigravida Pregnant Women About Preeclampsia And Early Detection jqwh index php JQWH article view 270
  4. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump... journal2.unusa.ac.id/index.php/MTPHJ/article/view/755Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump journal2 unusa ac index php MTPHJ article view 755
Read online
File size145.95 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test