UNAJAUNAJA

JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)

Volatilitas inflasi merupakan tantangan moneter signifikan yang berpotensi mendistorsi stabilitas biaya operasional dan profitabilitas sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen keuangan adaptif pada sentra industri kopi di Provinsi Jambi dalam merespons ketidakpastian ekonomi makro. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengintegrasikan analisis SWOT melalui matriks Internal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS) dan External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS) untuk mengevaluasi kapabilitas internal dan tekanan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama UMKM terletak pada orisinalitas bahan baku lokal dan loyalitas pasar, namun masih terkendala oleh rendahnya literasi risiko moneter serta sistem pencatatan keuangan yang tradisional. Evaluasi pada diagram kartesius SWOT menempatkan UMKM kopi Jambi pada Kuadran I (Agresif) dengan titik koordinat (0,65 ; 0,80), yang mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan besar melalui pemanfaatan digitalisasi pembayaran (QRIS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen keuangan yang paling relevan adalah penguatan informasi akuntansi dan kebijakan resiliensi melalui modernisasi sistem persediaan proaktif guna memitigasi dampak transmisi inflasi pada biaya input produksi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara literasi keuangan digital dan kebijakan moneter regional dalam menjaga keberlanjutan sektor riil.

Berdasarkan hasil analisis, pembahasan, dan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan beberapa poin utama.Identifikasi faktor strategis mengungkapkan bahwa kekuatan utama UMKM kopi di Jambi bertumpu pada kualitas bahan baku komoditas lokal dan loyalitas pasar, namun masih terkendala oleh kelemahan fundamental dalam tata kelola keuangan dan literasi risiko moneter.Posisi strategis UMKM kopi di Provinsi Jambi berada pada Kuadran I (Agresif) dengan koordinat (0,65.0,80), yang berarti pelaku usaha memiliki potensi besar untuk tumbuh di tengah guncangan makro dengan memaksimalkan aset internal dan peluang digitalisasi.Strategi manajemen keuangan yang paling relevan untuk diimplementasikan adalah strategi pertumbuhan melalui modernisasi sistem informasi keuangan dan kebijakan persediaan proaktif guna memitigasi dampak transmisi inflasi terhadap biaya input produksi.

Untuk memperkuat resiliensi ekonomi sektor UMKM kopi di Jambi, disarankan beberapa hal: 1. Bagi pelaku UMKM, disarankan untuk mengintegrasikan sistem pembayaran digital (QRIS) dengan pencatatan keuangan sederhana (seperti SI guna atau BukuKas) guna membangun basis data keuangan yang kredibel dan mempermudah akses kredit lunak (KUR). 2. Bagi pemerintah daerah, perlu menyelenggarakan pelatihan manajemen risiko moneter yang fokus pada strategi bulk buying dan manajemen cadangan kas (cash buffer) untuk melindungi UMKM dari lonjakan harga bahan baku yang mendadak. 3. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam dengan metode kuantitatif mengenai elastisitas permintaan kopi Jambi terhadap perubahan tingkat inflasi regional. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM dan menjadi masukan kebijakan bagi otoritas moneter daerah dalam merancang program penguatan sektor riil.

Read online
File size337.15 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test