STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI

Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner dalam merespons ketidakstabilan ekonomi di Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima informan pelaku UMKM kuliner yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan keuangan UMKM kuliner umumnya masih bersifat sederhana dan intuitif. Perencanaan keuangan jarang dilakukan secara formal, pencatatan keuangan sebagian besar dilakukan secara manual dengan kualitas yang bervariasi, dan pengendalian keuangan lebih banyak berbasis kontrol kas dan stok harian tanpa evaluasi berbasis laporan keuangan. Hambatan utama yang dihadapi pelaku UMKM meliputi rendahnya literasi keuangan, tidak adanya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, terbatasnya akses pembiayaan formal, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Meskipun demikian, pelaku UMKM menunjukkan daya adaptasi melalui efisiensi operasional, inovasi produk sederhana, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, adopsi teknologi pencatatan digital serta dukungan pendampingan dari pihak terkait untuk memperkuat ketahanan UMKM kuliner dalam menghadapi dinamika ekonomi.

UMKM kuliner di Kecamatan Amuntai Selatan umumnya mengembangkan strategi pengelolaan keuangan berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian arus kas, dan manajemen risiko modal kerja.Strategi ini melibatkan pengaturan bahan baku, pemilihan pemasok lokal, serta substitusi bahan yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas produk.Hambatan utama termasuk rendahnya literasi keuangan, keterbatasan pencatatan formal, dan kesulitan akses pembiayaan formal, sehingga diperlukan upaya peningkatan literasi dan digitalisasi pencatatan keuangan.

Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti efek digitalisasi pencatatan keuangan sederhana terhadap kemampuan UMKM kuliner dalam mengamankan pembiayaan formal, terutama pada mereka yang masih mengandalkan catatan manual. Kedua, studi lebih lanjut dapat menilai dampak penggunaan media sosial sebagai kanal pemasaran terhadap stabilitas pendapatan dan efisiensi biaya operasional UMKM. Ketiga, penelitian komparatif antara UMKM kuliner yang menerapkan praktik literasi keuangan formal dan yang tidak dapat memberikan wawasan tentang perbedaan kinerja keuangan, sehingga dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk pengembangan UMKM di wilayah semi‑perkotaan. Melalui ketiga arah penelitian di atas, diharapkan dapat memperkuat kerangka teori dan praktik pengelolaan keuangan UMKM, serta menyusun kebijakan pendukung yang adaptif terhadap dinamika ekonomi lokal.

  1. PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) PADA USAHA BUMBUNG INDAH KOTA PAREPARE (ANALISIS... doi.org/10.35905/moneta.v2i2.9003PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UMKM PADA USAHA BUMBUNG INDAH KOTA PAREPARE ANALISIS doi 10 35905 moneta v2i2 9003
Read online
File size330.96 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test