UNPADUNPAD

Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy Research

Hipertensi adalah penyakit yang menyebabkan peningkatan tekanan darah abnormal, yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Terapi hipertensi jangka panjang membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, antihipertensif yang tersedia sangat beragam, sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya untuk memilih obat yang seimbang antara biaya dan manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan obat antihipertensif yang paling ekonomis di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan di Baleendah. Berdasarkan rekam medis pasien, penelitian ini dilakukan secara retrospektif. Data terapi dan biaya pengobatan menjadi dasar proses pengumpulan data. Data diproses secara deskriptif. Penurunan tekanan darah yang memenuhi target dan lama tinggal (LOS) digunakan untuk menentukan efektivitas terapi; nilai ACER dan ICER digunakan untuk menentukan efektivitas biaya prosedur. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata total biaya kelompok A (ACEI dengan CCB) adalah IDR 2.311.000,00, sedangkan kelompok B (ARB dengan CCB) adalah IDR 2.888.823,00. Efektivitas kelompok A (ACEI dengan CCB) adalah 83,3%, sedangkan kelompok B (ARB dengan CCB) adalah 52,4%. Temuan menunjukkan bahwa di antara pasien hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan, kelompok A (ACEI dengan CCB) lebih efektif secara biaya, dengan nilai Rasio Efektivitas Biaya Rata-Rata (ACER) sebesar IDR 27.743.097, dibandingkan dengan kelompok B (ARB dengan CCB ACER nilai IDR 55.130.209). Berdasarkan penelitian ini, terapi kelompok A (ACEI dengan CCB) menawarkan efektivitas terapeutik yang baik dengan biaya yang lebih rendah. Rumah sakit diharapkan mampu mengelola pengeluaran obat hipertensi dengan tepat dan efisien.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kelompok A (ACEI dengan CCB) memiliki efektivitas terapeutik yang baik dan biaya yang lebih rendah, dibandingkan dengan kelompok B (ARB dengan CCB).Temuan ini diperoleh dengan membandingkan rata-rata biaya keseluruhan terapi dengan efektivitasnya.Rata-rata biaya keseluruhan kelompok A adalah IDR 2.000,00, sedangkan kelompok B adalah IDR 2.Efektivitas terapi kelompok A ditemukan sebesar 83,3%, sedangkan kelompok B sebesar 52,4%.Hasil menunjukkan bahwa kelompok A lebih ekonomis, dengan nilai ACER sebesar IDR 27.097, dibandingkan dengan kelompok B dengan nilai ACER IDR 55.

Berdasarkan hasil penelitian, terapi kombinasi ACEI dengan CCB menunjukkan efektivitas dan biaya yang lebih baik dibandingkan dengan ARB dengan CCB. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih luas untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi efektivitas dan biaya terapi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari terapi kombinasi ini pada pasien hipertensi, termasuk efek samping dan kualitas hidup. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pilihan terapi yang optimal untuk pasien hipertensi, dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, biaya, dan hasil klinis.

Read online
File size572.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test