AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Pneumonia, infeksi paru-paru yang serius dengan berbagai patogen penyebab, menimbulkan tantangan kesehatan global dan tingkat kematian tinggi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, infeksi saluran pernapasan menjadi salah satu penyebab utama penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien dan mengevaluasi terapi antibiotik serta efisiensi biaya di RSUD Yogyakarta pada tahun 2023. Dengan menerapkan desain observasional deskriptif dan analisis Cost Minimization Analysis (CMA), ditemukan bahwa ceftriaxone injeksi adalah pilihan antibiotik tunggal yang paling ekonomis (Rp5.858.567), sedangkan kombinasi Mei Act Kaps fosmycin injeksi merupakan terapi kombinasi yang paling hemat biaya (Rp2.832.524). Hasil ini menekankan pentingnya pemilihan terapi antibiotik yang tidak hanya efektif tetapi juga cost-effective, untuk meningkatkan kualitas pengobatan pneumonia sambil mengurangi beban biaya.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa berbagai golongan antibiotik digunakan untuk pengobatan pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta, termasuk sefalosporin (seperti ceftriaxone), fluoroquinolon (seperti levofloxacin dan moxifloxacin), penisilin (azitromisin), makrolida (Mei Act Kaps), aminoglikosida (fosmycin), dan gentamicin.Penggunaan antibiotik ini mencerminkan spektrum aktivitas yang luas dan efektif terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, sesuai dengan terapi yang direkomendasikan untuk menangani infeksi pneumonia secara optimal.Dalam hal efisiensi biaya, analisis Cost Minimization Analysis (CMA) menunjukkan bahwa Ceftriaxone Inj merupakan terapi antibiotik tunggal yang paling hemat biaya, dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp5.Untuk terapi kombinasi, Mei Act Kaps yang dikombinasikan dengan Fosmycin Inj terbukti sebagai pilihan yang paling ekonomis, dengan rata-rata biaya sebesar Rp.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan antibiotik, seperti resistensi bakteri dan efektivitas klinis. Kedua, studi komparatif antara berbagai terapi antibiotik dapat dilakukan untuk menentukan pilihan terapi yang paling efektif dan ekonomis dalam konteks lokal. Ketiga, penelitian tentang dampak penggunaan antibiotik yang tidak tepat terhadap resistensi bakteri dan biaya kesehatan dapat memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengelolaan infeksi pneumonia.

Read online
File size438.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test