UNRAMUNRAM
Jurnal Kompilasi HukumJurnal Kompilasi HukumPerkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi kejahatan pornografi konvensional ke dalam bentuk cyberporn yang bersifat anonim, masif, dan terorganisir, salah satunya melalui aplikasi Telegram. Penelitian ini bertujuan mengkaji subjek hukum pelaku, modus operandi dan pola penyebaran, serta pemidanaan pelaku cyberporn pada aplikasi Telegram dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan kriminologi. Data diperoleh melalui observasi daring terhadap grup dan kanal Telegram, wawancara, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku cyberporn beroperasi secara individual maupun kolektif dengan memanfaatkan fitur anonimitas, kapasitas grup besar, dan penyimpanan berbasis awan pada Telegram. Modus operandi dilakukan melalui pola komersial, seperti sistem keanggotaan VIP berbayar, dan pola nonkomersial dengan memanfaatkan bot otomatis yang terhubung ke layanan penyimpanan awan. Secara yuridis, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi telah mengatur pertanggungjawaban pidana bagi produsen, distributor, penyedia jasa, hingga konsumen konten pornografi. Namun, penegakan hukum terhadap cyberporn masih cenderung bersifat reaktif dan belum mampu menekan keberulangan tindak pidana secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penegakan hukum melalui pendekatan actor-oriented enforcement, strategi follow the money untuk menelusuri transaksi digital, serta penguatan kerja sama internasional melalui ratifikasi budapest Convention on Cybercrime.
Berdasarkan penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa fenomena cyberporn pada aplikasi Telegram mencerminkan transformasi kejahatan moral konvensional ke dalam ekosistem digital yang bersifat anonim, lintas batas, dan terorganisir.Kejahatan ini tidak hanya melibatkan pelaku individual, tetapi juga kelompok kolektif yang memanfaatkan fitur enkripsi dan penyimpanan awan untuk mengaburkan jejak serta memperluas jangkauan distribusi, baik melalui modus operandi komersial maupun nonkomersial.Karakteristik ruang siber menyebabkan kaburnya relasi antara pelaku dan korban, di mana korban sering kali bersifat laten atau bahkan tidak menyadari bahwa data pribadinya telah dieksploitasi.Hal ini menegaskan bahwa cyberporn adalah kejahatan struktural yang dipicu oleh faktor kriminogen berupa teknologi, motivasi ekonomi, serta adanya permintaan (demand) yang konsisten dari konsumen.Secara yuridis, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi telah menyediakan landasan kuat untuk menuntut pemidanaan bagi seluruh pihak dalam rantai kejahatan, mulai dari produsen, distributor, hingga konsumen yang mengunduh atau menyimpan konten tersebut.Namun, penegakan hukum saat ini masih menghadapi tantangan berupa efektivitas yang terbatas dan bersifat reaktif.Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang lebih integratif, meliputi kebijakan penegakan hukum yang berorientasi pada pelaku inti (actor-oriented enforcement), pendekatan pelacakan aliran dana (follow the money), serta kerja sama internasional melalui ratifikasi budapest Convention untuk memutus mata rantai kejahatan cyberporn secara menyeluruh.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pencegahan dan penanggulangan cyberporn di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang karakteristik pelaku cyberporn, termasuk motivasi, pola perilaku, dan faktor kriminogen yang mendorong mereka terlibat dalam kejahatan ini. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pola distribusi konten pornografi di aplikasi Telegram, termasuk strategi promosi, mekanisme pembayaran, dan peran administrator grup atau kanal. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran konsumen dalam ekosistem cyberporn, termasuk faktor-faktor yang mendorong mereka mengakses dan membayar konten pornografi. Dengan memahami karakteristik pelaku, pola distribusi, dan peran konsumen, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan cyberporn di Indonesia.
| File size | 230.8 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRAMUNRAM Fokus kajian diarahkan pada konstruksi normatif dan legitimasi sanksi adat Selaghian Sebambangan dalam sistem hukum adat masyarakat Serawai serta hubungannyaFokus kajian diarahkan pada konstruksi normatif dan legitimasi sanksi adat Selaghian Sebambangan dalam sistem hukum adat masyarakat Serawai serta hubungannya
UNRAMUNRAM Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian non-litigasi dalam penanganan kasus KDRT berulang di Kota Kupang memberikan kontribusi positif dalam menurunkanPenelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian non-litigasi dalam penanganan kasus KDRT berulang di Kota Kupang memberikan kontribusi positif dalam menurunkan
UNIDAYANUNIDAYAN Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya aplikasi edukasi yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam mengenal floraHasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya aplikasi edukasi yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam mengenal flora
WYMWYM Sementara itu, bid-ask spread dan zero return days tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa investor perlu mempertimbangkanSementara itu, bid-ask spread dan zero return days tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa investor perlu mempertimbangkan
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Sistem ini mendeteksi gerakan menggunakan sensor AM312 yang memicu ESP32 Cam untuk mengambil gambar dan mengirimkannya ke aplikasi Telegram, serta memungkinkanSistem ini mendeteksi gerakan menggunakan sensor AM312 yang memicu ESP32 Cam untuk mengambil gambar dan mengirimkannya ke aplikasi Telegram, serta memungkinkan
USNIUSNI Peneliti mengembangakan sistem Mendeteksi ketinggian air menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor ultrasonik HC-SR04, yang terhubung dengan Telegram.Peneliti mengembangakan sistem Mendeteksi ketinggian air menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor ultrasonik HC-SR04, yang terhubung dengan Telegram.
UNISSULAUNISSULA Penggunaan ASW dalam beton mengurangi hidrokarbon sebesar 9% melalui produksi ACA.meskipun ACA tidak memenuhi standar ASTM, penyerapan ASW mengurangi panasPenggunaan ASW dalam beton mengurangi hidrokarbon sebesar 9% melalui produksi ACA.meskipun ACA tidak memenuhi standar ASTM, penyerapan ASW mengurangi panas
UQGRESIKUQGRESIK Jika bisnis online tidak memenuhi dengan syarat dan ketentuan yang dijelaskan di atas, maka bisnis online tidak diperbolehkan dikarenakan atas dasar unsurJika bisnis online tidak memenuhi dengan syarat dan ketentuan yang dijelaskan di atas, maka bisnis online tidak diperbolehkan dikarenakan atas dasar unsur
Useful /
UNRAMUNRAM Berdasarkan seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa transisi sertipikat tanah fisik menjadi sertipikat elektronik merupakan langkah progresif dalamBerdasarkan seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa transisi sertipikat tanah fisik menjadi sertipikat elektronik merupakan langkah progresif dalam
UNRAMUNRAM G/2025/PN Mad jo. Putusan Nomor 470/PDT/2025/PT SBY, serta mekanisme eksekusi yang dapat ditempuh Para Pihak dalam perkara. Metode yang digunakan dalamG/2025/PN Mad jo. Putusan Nomor 470/PDT/2025/PT SBY, serta mekanisme eksekusi yang dapat ditempuh Para Pihak dalam perkara. Metode yang digunakan dalam
UQGRESIKUQGRESIK Strategi ini meliputi menetapkan niat, menggunakan alat perekam gagasan, dan menulis dengan doa, menekankan pada pentingnya manajemen waktu dan disiplinStrategi ini meliputi menetapkan niat, menggunakan alat perekam gagasan, dan menulis dengan doa, menekankan pada pentingnya manajemen waktu dan disiplin
IPM2KPEIPM2KPE Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap anak kelas 1 sekolah dasar yang mengalami kesulitan menulis permulaan. Setelah dilakukan identifikasi faktorPenelitian ini merupakan studi kasus terhadap anak kelas 1 sekolah dasar yang mengalami kesulitan menulis permulaan. Setelah dilakukan identifikasi faktor