STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Kekristenan hadir di tatar pasundan bersamaan dengan hadirnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Batavia pada tahun 1619. Sungguhpun demikian, dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, pemberitaan Injil di Pasundan memperoleh hasil yang sangat sedikit. Kondisi ini mengundang pertanyaan, apa yang menjadi hambatan pemberitaan Injil di Pasundan begitu tidak berhasil khususnya dari sisi kekristenan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu sebuah penelitian yang melakukan penyelidikan kritis terhadap keadaan, perkembangan, serta menginterpretasi dari sumber-sumber yang ada untuk menarik sebuah pelajaran. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa setidaknya ada delapan hambatan signifikan yang secara kritis menghambat penerimaan Injil dan menyebabkan orang Kristen Sunda menjadi orang asing di antara komunitas mereka sendiri. Penelitian ini dimaksudkan sebagai auto kritik bagi upaya pemberitaan Injil di Pasundan di masa kini dan yang akan datang, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sebagaimana yang terjadi pada abad ke 19. Dengan demikian, orang Sunda menjadi semakin terbuka terhadap berita Injil.

Pemberitaan Injil di Pasundan tidak membawa hasil yang besar sebagaimana di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sekalipun utusan Injil yang dikirim lebih banyak.Setidaknya ada 8 hambatan dalam pemberitaan Injil kepada urang Sunda secara khusus dari pihak pemberita Injil itu sendiri.pemberita Injil tidak memahami kehidupan orang Sunda.pemberita Injil tidak memiliki pemahaman teologi dan metode penginjilan yang tepat.pemberita Injil dan orang percaya hidup terpisah dari masyarakat.pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan pribadi dan tidak menyentuh sisi komunal urang sunda.kesaksian hidup tidak baik dari orang-orang Eropa yang adalah orang Kristen.dan ketidaksediaan para zendeling melibatkan orang lokal dalam memberitakan Injil di Pasundan.Semua hal tersebut menjadi hambatan bagi pemberitaan Injil di Pasundan yang mengakibatkan Injil ditolak, bahkan urang Sunda Kristen yang dimenangkan pun menjadi orang asing di tengah masyarakatnya sendiri.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak adaptasi budaya dalam pemberitaan Injil untuk meningkatkan penerimaan masyarakat Sunda. 2. Studi tentang peran pemimpin lokal dalam memperkuat kekristenan di tengah masyarakat Sunda yang beragama Islam. 3. Analisis efektivitas metode pemberitaan Injil yang berbasis komunitas dibandingkan pendekatan individualistik yang dilakukan pada abad ke-19.

  1. Hambatan Pemberitaan Injil di Tatar Pasundan: Suatu Auto Kritik | Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan... doi.org/10.34081/fidei.v7i1.527Hambatan Pemberitaan Injil di Tatar Pasundan Suatu Auto Kritik Fidei Jurnal Teologi Sistematika dan doi 10 34081 fidei v7i1 527
Read online
File size305.37 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test