IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Kajian ini dilatar belakangi oleh pentingnya keterkaitan antara budaya lokal dan penafsiran Al-Quran, khususnya dalam konteks budaya Sunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya Sunda diadaptasi dalam tafsir Al-Quran serta bagaimana tafsir tersebut berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis hubungan antara tafsir dan budaya Sunda melalui perspektif antropologi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Ahmad Sanusi tidak hanya menjadi sarana dakwah Islam, tetapi juga berperan dalam melestarikan budaya Sunda. Ada tiga strategi dalam penafsirannya; yakni tahmil, tahrim, dan tagyir, hal ini tercermin dalam penggunaan bahasa Sunda, sistem undak‑usuk basa, serta nilai sosial seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh. Selain itu, Ahmad Sanusi mengakomodasi unsur budaya lokal, seperti tawasul dan pagelaran wayang golek, sebagai media dakwah yang relevan dengan masyarakat Sunda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir Raudhatul Irfan fi Marifat al‑Quran karya Ahmad Sanusi tidak hanya berfungsi sebagai media dakwah Islam, tetapi juga berperan signifikan dalam pelestarian budaya Sunda.Tiga strategi tersebut—tahmil, tahrim, dan taghyir—terwujud melalui penggunaan bahasa Sunda, sistem hierarki undak‑usuk basa, serta integrasi nilai budaya inti seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam penafsirannya.Selain itu, Sanusi mengintegrasikan praktik budaya lokal seperti tawasul dan wayang golek, dan melalui pendekatan ijmali serta penggunaan bahasa daerah, tafsirnya menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi tafsir berbahasa Sunda karya Ahmad Sanusi ke dalam kurikulum pesantren memengaruhi pemahaman agama dan identitas budaya siswa; selanjutnya, penting untuk meneliti persepsi dan dampak tafsir Sanusi di antara berbagai kelompok umur dalam masyarakat Sunda, khususnya melalui platform digital dan media sosial; selain itu, perlu dilakukan analisis komparatif mengenai efektivitas media budaya tradisional seperti wayang golek dan tawasul dibandingkan dengan media digital modern (video, podcast) dalam menyampaikan nilai‑nilai Islam dan budaya Sunda yang tercermin dalam tafsir tersebut, sehingga dapat memberikan wawasan tentang strategi dakwah yang paling sesuai dengan konteks zaman kini.

  1. Sundanese Cultural Acculturation Strategies in Tafsir Alquran: A Critical Study on The Integration of... ejournal.iai-tabah.ac.id/madinah/article/view/3502Sundanese Cultural Acculturation Strategies in Tafsir Alquran A Critical Study on The Integration of ejournal iai tabah ac madinah article view 3502
  2. ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA | SUTISNA | LOKABASA. tatakrama masyarakat... ejournal.upi.edu/index.php/lokabasa/article/view/3137ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA SUTISNA LOKABASA tatakrama masyarakat ejournal upi edu index php lokabasa article view 3137
Read online
File size961.64 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test