STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU
FIDEIFIDEIArtikel ini mengulas tentang konsep Imago Dei dalam teologi Kristen yang menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, termasuk orang dengan disabilitas. Lukas 14:12-14 menekankan panggilan gereja untuk menerima dan melayani mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana imago dei dalam Lukas 14:12-14 dapat membentuk teologi pastoral yang lebih inklusif bagi kaum disabilitas. Hasilnya memberikan pemahaman bahwa setiap individu, termasuk orang dengan disabilitas, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei. Dengan demikian, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi komunitas yang mencerminkan kasih nyata dan keadilan Kristus.
Kesimpulan dari pembahasan ini mengarah pada pemahaman bahwa setiap individu, termasuk kaum difabel, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei.Meskipun sering kali dianggap berbeda atau bahkan dianggap sebagai hukuman atas dosa, pandangan ini tidak sesuai dengan konsep yang seharusnya dipahami.Kaum difabel hadir di dunia ini sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Tuhan dan layak mendapatkan perhatian, kasih, dan pelayanan yang sama seperti manusia lainnya.Pemahaman akan Imago Dei harus mencakup penerimaan akan keunikan mereka dan bukan menafsirkannya sebagai hukuman atas dosa.
Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konsep Imago Dei dapat diterapkan secara praktis dalam kehidupan gereja dan masyarakat, khususnya dalam hal inklusi dan advokasi bagi kaum disabilitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana gereja dapat menjadi komunitas yang inklusif dan mendukung bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Ketiga, penelitian tentang peran teologi pastoral dalam mempromosikan kesadaran, pemahaman, dan lingkungan yang aman bagi kaum disabilitas dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.
| File size | 356.53 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Lebih jauh lagi, artikel ini berargumen bahwa pemahaman trinitaris tentang hikmat—sebagai aktivitas Bapa melalui Anak dalam Roh—menyediakan fondasiLebih jauh lagi, artikel ini berargumen bahwa pemahaman trinitaris tentang hikmat—sebagai aktivitas Bapa melalui Anak dalam Roh—menyediakan fondasi
STTPBSTTPB Artikel ini mengeksplorasi teologi lamentasi dalam Kitab Ratapan sebagai sumber daya liturgis dan pastoral untuk pendampingan korban bencana alam di Indonesia.Artikel ini mengeksplorasi teologi lamentasi dalam Kitab Ratapan sebagai sumber daya liturgis dan pastoral untuk pendampingan korban bencana alam di Indonesia.
STTPBSTTPB Bukan ideal utopis melainkan alternatif struktural yang konkret. otoritas terdistribusi, fasilitasi rotasional, pembedaan berbasis konsensus, integrasiBukan ideal utopis melainkan alternatif struktural yang konkret. otoritas terdistribusi, fasilitasi rotasional, pembedaan berbasis konsensus, integrasi
STTPBSTTPB Sembilan manifestasi buah Roh, seperti kasih dan sukacita, membentuk disposisi-disposisi yang transforming manusia secara ontologis melalui karya Roh Kudus.Sembilan manifestasi buah Roh, seperti kasih dan sukacita, membentuk disposisi-disposisi yang transforming manusia secara ontologis melalui karya Roh Kudus.
STTPBSTTPB Dalam paradigma Barth, hal yang harus diingat bahwa Allah telah menyatakan rahmat-Nya melalui Yesus sejak kekekalan. Atas dasar inilah, Barth menentangDalam paradigma Barth, hal yang harus diingat bahwa Allah telah menyatakan rahmat-Nya melalui Yesus sejak kekekalan. Atas dasar inilah, Barth menentang
STTPBSTTPB spiritualitas kenotik-apofatik, phronesis pastoral, dan formasi komunal. Di Indonesia, kerangka ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan wawasan teologisspiritualitas kenotik-apofatik, phronesis pastoral, dan formasi komunal. Di Indonesia, kerangka ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan wawasan teologis
STTNISTTNI Berangkat dari metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan konstruktif, penelitian ini memanfaatkan gagasan technological liturgies sebagaiBerangkat dari metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan konstruktif, penelitian ini memanfaatkan gagasan technological liturgies sebagai
STTSIMPSONSTTSIMPSON Kelahiran dalam konteks ini juga harus terjadi secara spiritual melalui evangeli dan pendisiplinan. Perintah untuk mengisi dan menaklukkan bumi harus dipahamiKelahiran dalam konteks ini juga harus terjadi secara spiritual melalui evangeli dan pendisiplinan. Perintah untuk mengisi dan menaklukkan bumi harus dipahami
Useful /
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship membentuk sebuah kerangka teologisPenelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship membentuk sebuah kerangka teologis
STTSIMPSONSTTSIMPSON Bagian pertama adalah investigasi aspek-aspek ekségesis dari Yunus 1. Bagian kedua adalah eksplorasi ekségesis tentang signifikansi Misi Allah dalamBagian pertama adalah investigasi aspek-aspek ekségesis dari Yunus 1. Bagian kedua adalah eksplorasi ekségesis tentang signifikansi Misi Allah dalam
STTSIMPSONSTTSIMPSON Implikasi bagi misi dunia adalah peran doa sebagai jembatan komunikasi bagi orang lain untuk membawa orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan mengalamiImplikasi bagi misi dunia adalah peran doa sebagai jembatan komunikasi bagi orang lain untuk membawa orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan mengalami
STTSIMPSONSTTSIMPSON Penelitian ini bertujuan menemukan dan menggambarkan pola jatuhnya manusia ke dosa serta upaya orang percaya dalam menolak godaan dan melawan dosa. MetodePenelitian ini bertujuan menemukan dan menggambarkan pola jatuhnya manusia ke dosa serta upaya orang percaya dalam menolak godaan dan melawan dosa. Metode