STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Krisis ekologis global menuntut respons teologis yang tidak sekadar bersifat etis, tetapi juga epistemologis dan praksis. Kajian ini menyusun kerangka integratif antara doktrin ineransi Alkitab, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship untuk menjawab ketegangan antara otoritas Kitab Suci dan tanggung jawab ekologis gereja. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif berbasis studi literatur, teks-teks seperti Kejadian 1:26–28 dan 2:15 dianalisis secara historis-linguistik dan kontekstual untuk merumuskan pemahaman baru mengenai mandat manusia terhadap ciptaan.

Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship membentuk sebuah kerangka teologis yang utuh dan transformatif dalam merespons krisis ekologis.15 dengan pendekatan historis-linguistik dan kontekstual, artikel ini membongkar bias eksploitasi yang melekat pada pembacaan literal, serta menekankan bahwa mandat manusia atas ciptaan bukanlah dominasi, melainkan tanggung jawab pemeliharaan.Reinterpretasi atas istilah-istilah kunci seperti menguasai (ה ָד ָר, rādâ), menaklukkan (שׁ ַבָכ, kābaš), mengusahakan (ד ַבָע, ʿābad), dan memelihara (ר ַמ ָשׁ, šāmar) telah menunjukkan bahwa etika ekologis yang berakar pada Alkitab tidak bisa dilepaskan dari kerangka tafsir dan pemahaman doktrinal yang terbuka terhadap konteks.Dengan demikian, otoritas Kitab Suci, ketika ditafsirkan secara dialogis, justru menjadi sumber pembebasan ekologis dan bukan pembenaran terhadap eksploitasi.Kerangka integratif ini tidak hanya memberi sintesis konseptual, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi gereja untuk memahami kembali posisinya dalam terang panggilan ilahi yang peduli pada ciptaan.Studi ini, dengan demikian, memberikan kontribusi bagi pengembangan ekoteologi Kristen di Indonesia secara sistematis dan kontekstual tanpa memisahkan iman, teks, dan tanggung jawab dunia nyata.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model integratif antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship. Model ini dapat diterapkan dalam konteks Indonesia dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan tradisi spiritualitas ekologis masyarakat adat. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan untuk mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal dengan teologi Kristen dalam rangka membangun ekoteologi yang kontekstual dan partisipatif. Dengan demikian, gereja dapat berperan sebagai agen transformasi ekologis yang berbasis teologi, mengintegrasikan iman, sains, dan keadilan ciptaan dalam praksis komunitas.

  1. Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi | Fidei:... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/625Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi Fidei stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 625
Read online
File size314.86 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test