STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Konseling pastoral secara umum mempertahankan gagasan konvensional dengan pendekatan yang berpusat pada Alkitab (Allah). Pola tersebut merupakan model induktif dari kebenaran Allah menuju aplikasi praktisnya. Namun pengembangan konseling pastoral cenderung berhadapan dengan kemandekan sebagai akibat dari pola yang monoton. Di lain sisi, metode konseling sekuler cenderung lebih dinamis dan beragam. Salah satunya adalah model konseling logoterapi dari Viktor Emil Frankl. Model logoterapi Frankl sepintas cukup dekat dengan model konseling religius karena menempatkan spiritualitas sebagai lokusnya. Artikel ini hendak melakukan kajian komparasi di antara kedua pendekatan kemudian menarik simpulan mengenai kemungkinan sintesis teori konseling alternatif yang dapat juga diterapkan pada konseling pastoral. Peneliti menggunakan metode analisis komparatif dan konstruktif. Data penelitian disadur dari karya-karya Frankl, konseling pastoral dan juga beberapa penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan dalam beberapa aspek model logoterapi Frankl memiliki ruang lingkup yang sama dengan konseling pastoral dan dapat dikembangkan, khususnya tekanan pada terapi makna, kebebasan dan tanggung jawab individu. Ketiga komponen eksistensial ini dapat disintesiskan pada model konseling pastoral. Tetapi pada unsur psikoterapi eksistensialisme, antropologi dan filosofinya, ada perbedaan signifikan sehingga perlu kajian yang lebih lanjut. Dengan demikian usaha sintesis pada konseling pastoral terbatas pada beberapa komponen yang sejalan dan dapat digunakan secara komplimentaris pada konseling pastoral.

Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah.

Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyarankan agar dilakukan kajian lebih lanjut tentang kemungkinan sintesis teori konseling alternatif yang dapat diterapkan pada konseling pastoral. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan studi lebih mendalam tentang perbedaan antara logoterapi Frankl dengan konseling pastoral, khususnya dalam hal filsafat dan spiritualitas. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan penelitian tentang bagaimana logoterapi Frankl dapat digunakan sebagai pelengkap dalam melakukan diagnosis dan terapi pada konseling pastoral.

  1. Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis | Fidei:... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/615Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl Teologis Filosofis dan Metodologis Fidei stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 615
Read online
File size366.19 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test