STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang masih cukup marak terjadi di Indonesia. Fenomena ini menjadi masalah sosial karena memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial anak-anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini dan memberikan sumbangsih pemikiran dalam mengupayakan pencegahan melalui pendekatan diakonia transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, sosial dan budaya, serta pendidikan menjadi pendorong utama pernikahan dini. Melalui diakonia transformatif, maka ditemukan tiga aspek penting yang dapat ditelaah untuk menjawab tentang masalah pernikahan dengan menjadikan gereja sebagai agen perubahan yang signifikan.

Pernikahan dini menjadi fenomena yang perlu untuk mendapatkan perhatian karena melihat dampak yang sangat serius bagi perempuan.Hal ini menjadikan posisi mereka rentan terhadap diskriminasi yang merampas hak hidup mereka.Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang cukup kompleks dan memerlukan pendekatan yang nyata dalam penanganannya.Penelitian ini tentang bagaimana diakonia transformatif dapat dimanfaatkan oleh gereja untuk menghentikan kasus pernikahan dini yang terus melonjak dalam beberapa dekade ini.Melalui pendekatan diakonia transformatif maka mendorong untuk terwujudnya kesetaraan gender dan keadilan sosial bagi perempuan, pentingnya peran pemimpin gereja dalam mengkampanyekan larangan tentang pernikahan dini dan terlibat dalam upaya pemberdayaan dan penghidupan bagi perempuan, dan dorongan bagi gereja melalui diakonia transformatif dapat menerapkan prinsip-prinsip untuk melakukan pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan transformasi sosial.

Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mendalami topik pernikahan dini dan upaya pemberdayaan perempuan melalui diakonia transformatif:. . 1. Menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang mendorong pernikahan dini di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memiliki prevalensi pernikahan dini yang tinggi. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk memahami perspektif dan pengalaman perempuan yang terlibat dalam pernikahan dini, serta faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi keputusan pernikahan dini.. . 2. Mengeksplorasi peran dan kontribusi pemimpin agama, khususnya pemimpin gereja, dalam mengkampanyekan larangan pernikahan dini dan mendukung pemberdayaan perempuan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin agama dapat menjadi agen perubahan dan bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.. . 3. Meneliti dan mengevaluasi program-program pemberdayaan perempuan yang telah dilaksanakan oleh gereja-gereja di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis dampak program-program tersebut terhadap kehidupan perempuan, termasuk peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengusulkan strategi-strategi baru untuk meningkatkan efektivitas program-program pemberdayaan perempuan melalui diakonia transformatif.

  1. Menghentikan Pernikahan Dini melalui Diakonia Transformatif: Upaya Gereja dalam Pemberdayaan Perempuan... doi.org/10.34081/fidei.v7i2.600Menghentikan Pernikahan Dini melalui Diakonia Transformatif Upaya Gereja dalam Pemberdayaan Perempuan doi 10 34081 fidei v7i2 600
Read online
File size270.71 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test