STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Kemiskinan adalah masalah yang harus dihadapi dan direngkuh oleh gereja. Namun hambatan utama gereja untuk merengkuh kemiskinan adalah strata sosial masyarakat, khususnya masyarakat Jawa, yang bersifat hierarki. Hierarki dalam masyarakat seringkali memupus habis empati terhadap kemiskinan. Berdasarkan hal ini, tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah upaya agar gereja dapat merengkuh kemiskinan yang diwujudkan dalam bentuk gereja kaum miskin. Sarana utama dalam merengkuh kemiskinan adalah spiritualitas kenosis (pengosongan diri), yang dihasilkan dari sinergi antara kenosis Yesus Kristus, dalam Injil, dengan kenosis Semar dan Togog, dalam pemahaman budaya Jawa. Dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menghasilkan bahwa gereja kaum miskin dapat dibangun bila gereja memiliki spiritualitas kenosis. Dengan spiritualitas kenosis, gereja bukan hanya merengkuh kemiskinan melainkan juga masuk, melibatkan diri, dan menjadi bagian langsung dari kemiskinan itu, sehingga setiap anggota jemaat yang ada di dalam gereja, meskipun mereka berasal dari latar belakang sosial yang berbeda, hidup dalam pola kesejajaran yang bersifat egaliter.

Membangun sebuah gereja kaum miskin bukanlah sekadar utopia atau cita-cita, namun merupakan sebuah keniscayaan, karena fenomena kemiskinan di masa kini adalah kenyataan yang tak dapat dihindari.Gereja memiliki identitas yang jelas bila pemimpin gereja dan anggotanya mau membuka mata, telinga dan hati terhadap penderitaan di sekelilingnya dan memfokuskan pelayanannya pada pemeliharaan dan perjuangan demi orang-orang yang tidak diberi tempat dalam tatanan kehidupan sosial.Gereja harus memiliki keberanian untuk memahami dan meneladani sebuah kenyataan hakiki dalam kehidupan Kristiani, yaitu.mengikuti Yesus Kristus yang miskin dengan tujuan membangun keadilan dan kemanusiaan bagi mereka yang miskin.

1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak spiritualitas kenosis dalam konteks budaya lain di Indonesia untuk memperluas penerapan konsep gereja kaum miskin. 2) Studi tentang peran pemimpin komunitas lokal dalam memperkuat kesadaran akan kemiskinan dan keadilan sosial dapat menjadi arah penelitian baru. 3) Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan dan pengaruh jangka panjang gereja kaum miskin terhadap struktur sosial masyarakat, terutama dalam mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan kesetaraan.

  1. Spiritualitas Kenosis: Tantangan dan Tuntutan untuk Mewujudkan Gereja Kaum Miskin Di Tengah Budaya Jawa... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/599Spiritualitas Kenosis Tantangan dan Tuntutan untuk Mewujudkan Gereja Kaum Miskin Di Tengah Budaya Jawa stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 599
Read online
File size252.98 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test