STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Baptisan Roh Kudus merupakan doktrin sentral dalam teologi Pentakostal yang diyakini membawa transformasi rohani bagi jemaat, tetapi tetap menjadi perdebatan di berbagai tradisi gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengajaran Baptisan Roh Kudus dalam perspektif Pentakostal serta implikasinya terhadap pertumbuhan rohani jemaat kontemporer, dengan studi kasus di GBI Jalan Tapos Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan studi kasus, melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemimpin gereja dan jemaat, observasi ibadah, serta analisis dokumentasi program pembinaan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang sistematis dan berbasis komunitas, seperti Kehidupan Orientasi Melayani (KOM) dan Community of Love (COOL), efektif dalam memperkuat pemahaman doktrinal dan pengalaman rohani jemaat. Selain itu, ibadah profetik dan altar call berperan dalam menciptakan ruang bagi jemaat untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus secara personal. Namun, gereja perlu menjaga keseimbangan antara pengalaman rohani dan kedewasaan doktrinal agar tidak terjadi subjektivisme rohani yang berlebihan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pengajaran yang adaptif dan kontekstual diperlukan untuk memastikan relevansi doktrin Baptisan Roh Kudus dalam menghadapi tantangan gereja masa kini.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengajaran Baptisan Roh Kudus berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan jemaat kontemporer, baik dalam aspek doktrinal, rohani, maupun praksis gerejawi.Studi kasus di GBI Jalan Tapos Cibinong menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang sistematis dan berbasis komunitas, seperti Kehidupan Orientasi Melayani (KOM) dan Community of Love (COOL), telah memperkuat pemahaman teologis jemaat sekaligus mendorong pengalaman rohani yang lebih mendalam.Selain itu, pendekatan ibadah profetik dan altar call telah membuka ruang bagi jemaat untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus secara personal, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan intensitas doa, komitmen pelayanan, serta disiplin rohani yang lebih kuat.Dengan menyeimbangkan pengalaman rohani dan kedalaman doktrinal, pengajaran ini tidak hanya memperkaya kehidupan iman jemaat tetapi juga mencegah subjektivisme rohani yang berlebihan.Secara institusional, pendekatan ini telah mendukung ekspansi gereja dengan bertumbuhnya jemaat serta berdirinya cabang baru seperti GBI Jalan Raya Cikaret dan GBI Citayam.Oleh karena itu, model pengajaran Baptisan Roh Kudus yang diterapkan di GBI Jalan Tapos Cibinong dapat menjadi rujukan bagi gereja-gereja lain dalam mengembangkan strategi pembinaan jemaat yang berkelanjutan, relevan dengan tantangan zaman, dan tetap setia pada otentisitas ajaran Pentakostal.

1) Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan partisipasi jemaat dalam proses pembinaan rohani, terutama dalam konteks komunitas virtual. 2) Menganalisis perbedaan pendekatan pengajaran Baptisan Roh Kudus antar denominasi Pentakostal untuk memahami faktor yang memengaruhi efektivitasnya dalam konteks lokal. 3) Mengkaji hubungan antara ukuran komunitas gereja dan kedewasaan rohani jemaat, dengan fokus pada bagaimana pengelolaan komunitas kecil dapat memperkuat pengalaman rohani secara individual dan kolektif.

  1. Kontribusi Pengajaran Baptisan Roh Kudus Terhadap Pertumbuhan Rohani Jemaat Kontemporer dari Perspektif... doi.org/10.34081/fidei.v8i1.648Kontribusi Pengajaran Baptisan Roh Kudus Terhadap Pertumbuhan Rohani Jemaat Kontemporer dari Perspektif doi 10 34081 fidei v8i1 648
Read online
File size282.72 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test