STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Trinitas merupakan sentrum dari teologi kristiani, dan juga pusat hidup beriman Gereja. Sebagai pusat hidup Gereja, iman kepada Allah yang Trinitas bukan sekadar doktrin yang wajib diterima, melainkan perlu penerapan konkret dalam hidup Gereja. Leonardo Boff melihat Allah Trinitas sebagai satu persekutuan kasih dari pribadi-pribadi Ilahi (Bapa–Putera–Roh Kudus). Persekutuan Trinitas ideal dari persekutuan umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas relevansi dari konsep Allah Trinitas menurut Boff bagi Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menerapkan analisis isi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah pemahaman atas KBG sebagai ranah perwujudan konkret dari persekutuan Trinitas. Karena itu, sebagai komunitas basis, semua anggota mengimitasi hubungan kasih Trinitas sehingga memiliki kesederajatan dan persekutuan kasih di dalam komunitas tersebut.

Konsep Allah Trinitas sebagai persekutuan menurut Boff, tepat dijadikan model persekutuan yang ideal di dalam KBG.Boff melihat adanya relasi interpersonal yang khas di antara ketiga pribadi Ilahi.Konsep ini relevan untuk diterapkan dalam KBG, sehingga setiap anggota mampu untuk saling menghargai dan saling menghormati sesama anggota tanpa memandang rendah atau mendiskriminasi walaupun berasal dari latar belakang sosial, budaya dan ekonomi yang berbeda.KBG sebagai sebuah persekutuan iman selayaknya mengedepankan kesetaraan semua anggota tanpa membedakan status sosial atau ekonomi, sehingga yang miskin dan yang kaya, yang berjabatan tinggi dan rakyat jelata dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi di hadapan Tuhan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan konsep Trinitas Boff dalam konteks komunitas basis gerejawi di wilayah lain di Indonesia untuk melihat adaptasi budaya. Selain itu, studi tentang dampak persekutuan Trinitas terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin dalam KBG dapat menjadi arah baru. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan pendekatan Boff dengan teolog lain dalam membangun solidaritas sosial di tengah perbedaan agama dan budaya.

  1. Relevansi Konsep Persekutuan Perikhoresis Allah Tritunggal menurut Leonardo Boff bagi Kehidupan Sosial-Politik... doi.org/10.24071/jt.v10i2.3999Relevansi Konsep Persekutuan Perikhoresis Allah Tritunggal menurut Leonardo Boff bagi Kehidupan Sosial Politik doi 10 24071 jt v10i2 3999
  2. Resilience of Christian marriages in contemporary society as viewed through the lens of spirituality... doi.org/10.4102/ids.v56i1.2820Resilience of Christian marriages in contemporary society as viewed through the lens of spirituality doi 10 4102 ids v56i1 2820
  3. Penerapan Trinitas Sebagai Persekutuan Perspektif Leonardo Boff Bagi Komunitas Basis Gerejawi | Fidei:... doi.org/10.34081/fidei.v7i1.522Penerapan Trinitas Sebagai Persekutuan Perspektif Leonardo Boff Bagi Komunitas Basis Gerejawi Fidei doi 10 34081 fidei v7i1 522
Read online
File size264.12 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test