NIPAMOFNIPAMOF

MASMAN Master ManajemenMASMAN Master Manajemen

Pembelian barang bekas, yang dikenal sebagai thrifting, melibatkan pengadaan dan penjualan kembali pakaian lama dengan biaya rendah, berasal dari kebiasaan Barat saat Depresi Ekonomi di Amerika Serikat. Kini, aktivitas ini bukan hanya masalah keuangan, melainkan juga upaya menjaga ekosistem, dengan mengurangi limbah mode dan melawan konsekuensi buruk fast fashion seperti polusi dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tenaga kerja. Di Indonesia, thrifting mengalami ekspansi cepat mulai dekade 2010-an, didukung oleh industri kreatif, akses daring, dan platform seperti Shopee atau Tokopedia, memberikan andil 10% pada ekonomi kreatif dalam negeri (BPS 2022, ekspor bernilai Rp 100 triliun). Fenomena ini menarik perhatian generasi muda seperti milenial dan Gen Z, sering kali diselaraskan dengan tradisi budaya lokal. Di Maumere, Nusa Tenggara Timur, sebuah kota kecil dengan jangkauan terbatas terhadap mode internasional, thrifting muncul sebagai opsi utama bagi pelajar. Toko-toko menawarkan kaos, blus, dan gaun dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 50.000, sesuai dengan kondisi finansial yang sederhana. Usaha Jeanette (ka Cindy) menitikberatkan pada pakaian bagian atas seperti kaos crop dan blus crop, memanfaatkan pemasaran online melalui TikTok, Instagram, dan Facebook untuk mengimbangi posisi toko yang kurang ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara langsung kepada Jeanette, mengevaluasi SWOT. Keunggulan: tarif murah dan kesesuaian dengan gaya terkini meningkatkan kesetiaan pembeli. Kekurangan: penundaan persediaan, perilaku PHP, pengelolaan kurang efektif, serta opsi barang sempit. Kesempatan: adopsi teknologi digital dan tren fashion. Tantangan: pesaing domestik dan produk impor harga rendah. Kajian ini menyediakan panduan strategis untuk bisnis kecil di wilayah terpencil agar dapat menyesuaikan diri pada era digital.

Analisis SWOT terhadap usaha thrifting Jeanette di Maumere menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki dasar yang solid dalam hal harga murah dan kecenderungan mode, tetapi harus menghadapi hambatan dalam operasi dan persaingan.Kesimpulan pokok adalah pentingnya peningkatan internal seperti perekrutan tenaga tambahan dan perluasan jenis produk, serta pengoptimalan kesempatan digital untuk pertumbuhan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak strategi pemasaran digital terhadap manajemen persediaan di toko thrift kecil di daerah terpencil. Selain itu, analisis perilaku pelanggan PHP dan pengaruhnya terhadap penjualan menjadi arah studi yang relevan. Riset juga dapat mengembangkan strategi kompetitif untuk usaha lokal menghadapi produk impor murah sambil mempertahankan identitas budaya lokal.

  1. Firm Resources and Sustained Competitive Advantage - Jay Barney, 1991. firm resources sustained competitive... doi.org/10.1177/014920639101700108Firm Resources and Sustained Competitive Advantage Jay Barney 1991 firm resources sustained competitive doi 10 1177 014920639101700108
  2. Analisis SWOT pada Usaha Jeanette Thrift Maumere | MASMAN Master Manajemen. analisis swot usaha jeanette... ejournal-nipamof.id/index.php/MASMAN/article/view/1172Analisis SWOT pada Usaha Jeanette Thrift Maumere MASMAN Master Manajemen analisis swot usaha jeanette ejournal nipamof index php MASMAN article view 1172
Read online
File size422.25 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test