PIPI

Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan BisnisKurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 perusahaan dan total 219 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Kualitas audit yang diproksikan dengan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) berpengaruh positif signifikan, sedangkan audit delay tidak berpengaruh signifikan. Variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak memoderasi pengaruh kepemilikan institusional, tetapi memperlemah pengaruh komisaris independen. Sementara itu, audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak memoderasi pengaruh komisaris independen.

Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan, dimoderasi oleh kualitas audit pada perusahaan sektor energi di BEI.Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan, komisaris independen tidak signifikan, ukuran KAP berpengaruh positif signifikan, dan audit delay tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.Pengujian moderasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa ukuran KAP memperlemah pengaruh komisaris independen, dan audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak ada moderasi pada hubungan lainnya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kualitas laporan keuangan. Pertama, mengingat pengaruh negatif signifikan kepemilikan institusional terhadap kualitas laporan keuangan, penelitian mendatang perlu menginvestigasi lebih lanjut jenis-jenis investor institusional, seperti domestik versus asing, atau investor jangka pendek versus jangka panjang. Pemahaman ini krusial untuk mengidentifikasi potensi konflik kepentingan atau tekanan kinerja yang mungkin menyebabkan penurunan kualitas pelaporan. Kedua, mengingat komisaris independen tidak berpengaruh signifikan dan perannya diperlemah oleh ukuran KAP, studi selanjutnya disarankan mengeksplorasi faktor kualitatif komisaris independen, seperti kualifikasi, pengalaman, dan tingkat aktivitas dalam dewan. Ini akan menjelaskan mengapa keberadaan formal komisaris independen tidak selalu meningkatkan kualitas laporan, terutama saat auditor eksternal berkualitas tinggi hadir. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran kualitas audit yang lebih komprehensif, penelitian mendatang dapat mempertimbangkan proksi kualitas audit yang lebih bervariasi, seperti spesialisasi industri auditor atau lama hubungan audit (auditor tenure). Menarik juga untuk menelaah bagaimana interaksi ketepatan waktu pelaporan audit (audit delay) dengan mekanisme tata kelola perusahaan lainnya, misalnya komite audit atau dewan direksi, dapat mempengaruhi relevansi informasi keuangan secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik bagi peningkatan tata kelola perusahaan dan kualitas pelaporan.

Read online
File size519.14 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test