BSIBSI

Jurnal InfortechJurnal Infortech

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri patogen Mycobacterium tuberculosis dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia termasuk negara dengan kasus tuberculosis yang tinggi, terutama di wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik. Kota Bandung menghadapi tantangan serius terkait TBC dengan angka kasus yang cukup tinggi. Dinas Kesehatan Kota Bandung telah melakukan upaya pengendalian melalui agenda Directly Observed Treatment, Short-Course (DOTS) dan kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS). Namun, target pengobatan belum tercapai sepenuhnya akibat keterbatasan akses layanan kesehatan dan minimnya edukasi deteksi dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi diagnosis penyakit Tuberkulosis berbasis Android menggunakan metode Naïve Bayes. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali gejala awal TBC dan mendukung petugas TOSS TBC dalam melakukan diagnosis secara cepat dan akurat, serta meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengendalian penyakit TBC di Kota Bandung.

Aplikasi diagnosis penyakit Tuberkulosis menggunakan metode Naïve Bayes berbasis Android yang telah dikembangkan mampu menjawab permasalahan yang ada.Aplikasi ini memudahkan pakar dan petugas TOSS TBC dalam memberikan pelayanan diagnosis bagi penderita Tuberkulosis di daerah perifer yang kurang terakses.Sistem pengelolaan basis pengetahuan yang lengkap memungkinkan pembaruan data gejala dan penyakit Tuberkulosis secara realtime.Mekanisme penyampaian edukasi kepada warga Kota Bandung dapat mempercepat penanganan kasus Tuberkulosis secara dini.Metode Naïve Bayes mampu melakukan diagnosis penyakit Tuberkulosis dengan menghitung probabilitas antara TB Paru dengan 10 jenis TB Ekstra Paru.Aplikasi diagnosis penyakit Tuberkulosis telah berhasil dibangun menggunakan pemrograman mobile berbasis Android dan dapat dipasang serta dijalankan pada smartphone Android yang terjangkau dan umum dimiliki oleh warga Kota Bandung.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan aplikasi diagnosis Tuberkulosis yang lebih komprehensif dengan memasukkan lebih banyak gejala dan jenis penyakit Tuberkulosis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi dalam meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang Tuberkulosis, serta mengukur dampak aplikasi terhadap peningkatan akses layanan kesehatan dan penurunan angka kasus Tuberkulosis di Kota Bandung. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan algoritma Naïve Bayes dan basis pengetahuan sistem pakar, serta mengeksplorasi penggunaan teknologi lain seperti machine learning untuk meningkatkan akurasi diagnosis.

  1. Connect Journals. connect journals doi.org/10.51470/bca.2024.24.1-s.3337Connect Journals connect journals doi 10 51470 bca 2024 24 1 s 3337
Read online
File size882.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test