STAIBREBESSTAIBREBES

Educativa: Jurnal Pendidikan Agama IslamEducativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana konflik agama yang terjadi di SMA dan cara penyelesaian konflik tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah kekhawatiran peneliti akan konflik agama yang terjadi di masyakat luas. Hal ini perlu disikapi bersama khususnya oleh lembaga Sekolah Menengah Atas (SMA), karena usia SMA merupakan usia yang sangat mudah terjadinya konflik agama namun masih dapat dibenahi melalui kegiatan pembelajaran agama. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan literature research yakni penelitian yang meninjau secara kritis terkait informasi, konsep, dan hasil yang ditemukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer kepustakaan tentang konflik agama dan cara penyelesaiannya. Dan data sekunder yang relevan untuk penelitian ini. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian konflik agama di SMA adalah masalah yang kompleks, namun dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan mendorong inklusi. Diperlukan kerjasama antara siswa, guru, orang tua, dan pihak-pihak terkait untuk mengimplementasikan langkah-langkah resolusi konflik yang efektif. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana analisis konflik agama yang ada di SMA dan bagaimana pendekatan resolusi yang harus dilakukan oleh guru dalam menghadapi konflik agama di SMA, penelitian ini sangat penting dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis konflik agama yang ada di SMA dan bagaimana pendekatan resolusi yang harus dilakukan oleh guru dalam menghadapi konflik agama di SMA. Kemudian hasil pembahasan penelitian ini bahwa konflik dapat terjadi antar siswa karena Perbedaan Keyakinan, strereotip atau prasangka, kurangnya pemahaman, tekanan kelompok, persaingan dan intoleransi. Dampak dari konflik antar siswa meliputi kerusakan hubungan siswa, psikologis yang negatif, bullying, deskriminasi, dan tidak menghormati perayaan agama.

Negara republik Indonesia merupakan negara yang multikultural sehingga mempunyai banyak potensi untuk mengembangkan kemajuan dalam berbagai bidang.Perbedaan agama diharapkan mampu membuat persatuan dan mempercepat tercapainya tujuan yang diharapkan.Namun, ternyata yang diharapkan masih berada dalam proses, sehingga realisasinya masih banyak dijumpai munculnya konflik dengan berbagai latar belakang dan sebab pemicunya.Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak dapat dipungkiri bahwa dapat timbul gesekan antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan ras maupun agama.Untuk menjaga kebutuhan dan persatuan masyarakat diperlukan sikap saling menghormati, menghindari gesekan yang dapat menimbulkan perselisihan dan konflik.Tidak kalah pentingnya di lingkungan pendidikan SMA, karena para siswa SMA sering kali terjadi konflik hanya karena beda pandangan dalam beragama.Peran guru sangat penting dalam menyelesaikan konflik antar siswa yang disebabkan oleh perbedaan agama.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas pendidikan agama inklusif dalam mengurangi konflik antar siswa di SMA. Selanjutnya, peneliti dapat mengeksplorasi pengaruh program dialog antar siswa terhadap peningkatan toleransi beragama. Terakhir, studi tentang peran kelompok toleransi agama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan dengan temuan kajian ini.

  1. Konstruksi Pendidikan Islam Nusantara Berwawasan Multikultural di STAI Brebes Jawa Tengah | Amorti: Jurnal... journal.amorfati.id/index.php/AMORTI/article/view/11Konstruksi Pendidikan Islam Nusantara Berwawasan Multikultural di STAI Brebes Jawa Tengah Amorti Jurnal journal amorfati index php AMORTI article view 11
Read online
File size404.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test