UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Representasi nilai ekologi dalam cerpen adalah cara bagaimana karya tersebut menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ini mencakup bagaimana alam digambarkan, nilai-nilai yang diberikan kepada alam, serta bagaimana tindakan manusia terhadap alam. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai hubungan antara manusia dengan alam, yaitu cara karakter dalam cerpen berinteraksi dengan lingkungannya. Cerpen yang dianalisis adalah Tumbal Suramadu, dan Sumur karangan dari penulis Madura yaitu Muna Masyari. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan teknik simak catat. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap (1) mencatat data yang dianggap penting yang berkaitan dengan ekokritik; (2) menyajikan dan menyusun data supaya dalam mendeskripsikan data yang diperoleh mudah dipahami; (3) menarik kesimpulan dan penyesuaian data. Berdasarkan hasil analisis terdapat dua poin pada cerpen yaitu mengenai pelestarian dan mencintai alam serta penolakan eksploitasi alam.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara karakter dalam cerpen dengan lingkungan mereka.Pada cerpen Sumur, ditemukan nilai-nilai pelestarian dan kecintaan terhadap alam, yang tercermin dalam percakapan antara Bu Mar, Bu Hasan, dan Pak Saudi yang berseteru karena ingin mengambil air dari sumur untuk membangun rumah.Sementara itu, pada cerpen Tumbal Suramadu, terungkap nilai ekologi yang mengarah pada penolakan terhadap eksploitasi alam.Hal ini terlihat dari percakapan antara seorang warga yang menolak untuk menebang pohon nangka demi pembangunan dengan Pak Klebun (Kepala Desa).Menjaga kelestarian lingkungan memang merupakan tanggung jawab yang harus terus dilakukan oleh manusia.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih banyak cerpen Muna Masyari untuk memperluas wawasan tentang representasi nilai ekologi. Selain itu, penelitian dapat membandingkan karya sastra Madurese dengan karya dari daerah lain untuk melihat perbedaan atau kesamaan dalam pendekatan ekokritik. Terakhir, studi ini bisa dikembangkan dengan metode kuantitatif untuk mengukur dampak pesan ekologis dalam karya sastra terhadap kesadaran lingkungan pembaca.

Read online
File size256.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test