UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Makalah ini bertujuan membahas julukan kota dan kabupaten di Jawa Timur, mulai dari penggunaan bahasa dalam julukan, struktur julukan, klasifikasi julukan, hingga hubungan julukan dengan identitas dan ekologi Jawa Timur. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan ada tiga bahasa yang digunakan dalam julukan, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa. Lalu, kata-kata dalam julukan merupakan kata benda dan struktur sintaksis dalam julukan berfrasa nomina yang memiliki pola struktur [Nomina Nomina] dan [Determinator Nomina Frasa Preposisi]. Data julukan diklasifikasikan menjadi 9 (sembilan) kategori, yaitu kuliner, sumber daya alam, industri, sejarah, semboyan, keadaan geografis, sosial dan budaya, slogan, dan pendidikan. Masyarakat Jawa berpandangan bahwa julukan kota dan kabupaten digunakan sebagai identitas kebanggaan, promosi daerah, dan pendongkrak perekonomian daerahnya. Selain itu, secara ekologis, julukan dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dari hasil penelitian di atas, terdapat tiga bahasa yang terkandung dalam julukan kota dan kabupaten di Jawa Timur, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa.Selain itu, kata yang digunakan dalam julukan adalah kata benda dan frasa yang digunakan dalam julukan adalah frasa nomina dengan pola struktur N N (Noun Noun) dan Det N FP (Determiner Noun Prepositional Phrase).Julukan kota dan kabupaten di Jawa Timur memiliki berbagai pengelompokan, yaitu (a) kuliner.Kemudian, berdasarkan data yang kami kumpulkan, julukan digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai identitas kebanggaan, promosi daerah, dan meningkatkan ekonomi suatu daerah.Selain itu, julukan mencerminkan identitas suatu daerah yang melekat dan khas dari suatu daerah dan menambah kedekatan emosional terhadap masyarakatnya.Selain itu, penggunaan aspek ekologi dalam julukan dapat membuat masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang penggunaan bahasa dalam julukan dan bagaimana hal itu mencerminkan identitas dan budaya daerah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana julukan dapat menjadi alat promosi daerah dan meningkatkan perekonomian daerah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara julukan dengan aspek ekologi dan bagaimana julukan dapat mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

  1. Pengaruh Pertambangan Marmer Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki... ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPIG/article/view/3090Pengaruh Pertambangan Marmer Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki ejournal unikama ac index php JPIG article view 3090
Read online
File size341.33 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test