STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI

Jurnal Pelayanan PublikJurnal Pelayanan Publik

Ketidakpastian terkait kerangka hukum dalam menangani maladministrasi telah menjadi perhatian global yang signifikan, terutama karena globalisasi dan kemajuan teknologi telah memperluas cakupan maladministrasi melampaui batas-batas nasional. Maladministrasi tidak lagi terbatas pada konteks domestik, tetapi semakin sering muncul dalam dimensi transnasional, menciptakan kompleksitas yang menuntut strategi pengawasan pelayanan publik yang inklusif dan tangguh. Meskipun memiliki mandat yang kuat di tingkat nasional, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masih belum sepenuhnya dioptimalkan dalam kancah internasional, sehingga membatasi kontribusinya dalam menghadapi tantangan global ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang mengurangi efektivitas ORI di tingkat global, merumuskan strategi untuk memperkuat kapasitas kelembagaannya, serta mengeksplorasi peluang kerja sama dengan lembaga Ombudsman internasional. Dengan pendekatan kualitatif yang mengombinasikan tinjauan literatur dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) dengan para pemangku kepentingan, penelitian ini mengungkap tantangan utama, termasuk ambiguitas regulasi, keterbatasan sumber daya, kekurangan infrastruktur teknologi, lemahnya jaringan global, serta minimnya dukungan politik di dalam negeri. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyelarasan kerangka regulasi ORI dengan standar internasional, penguatan kapasitas sumber daya manusia, integrasi solusi teknologi canggih, dan pembentukan kemitraan internasional yang lebih kokoh. Dengan mengatasi hambatan ini, ORI dapat memperluas perannya dalam pengawasan pelayanan publik transnasional, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam mempromosikan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efektif. Penelitian ini memberikan kerangka kebijakan strategis untuk memberdayakan ORI dalam menangani maladministrasi secara efektif di tingkat internasional.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memiliki landasan kelembagaan dan kewenangan nasional yang kuat, namun potensinya di tingkat internasional belum optimal akibat kesenjangan kapasitas domestik dan tuntutan global.Tantangan utamanya meliputi keterbatasan regulasi yang belum selaras standar internasional, kapasitas SDM dan anggaran yang minim, infrastruktur teknologi yang tidak memadai, serta jejaring internasional yang perlu diperkuat, ditambah perbedaan politik/budaya dan dukungan domestik yang terbatas.Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan ORI secara terintegrasi melalui revisi regulasi, peningkatan kapasitas SDM, modernisasi teknologi, pengembangan jejaring internasional, pembangunan protokol kerja sama adaptif, serta peningkatan dukungan pemerintah dan kesadaran publik, guna memperkuat posisi ORI sebagai aktor global dalam pengawasan pelayanan publik.

Penelitian ini telah mengidentifikasi berbagai strategi untuk memperkuat Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di kancah global. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi guna memperdalam pemahaman dan efektivitas ORI. Pertama, penting untuk melakukan studi kuantitatif guna mengukur dampak nyata dari inisiatif penguatan kapasitas dan kolaborasi internasional yang direkomendasikan terhadap penurunan insiden maladministrasi transnasional atau peningkatan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan. Hal ini dapat melibatkan analisis data longitudinal dan pembandingan dengan lembaga pengawas serupa di negara lain, untuk melihat seberapa jauh perubahan kebijakan internal ORI berkorelasi dengan indikator tata kelola global. Kedua, mengingat tantangan regulasi dan perbedaan sistem hukum, akan sangat bermanfaat untuk melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam mengenai model regulasi dan kerangka kerja ombudsman di negara-negara yang dinilai sangat berhasil dalam menekan maladministrasi dan korupsi lintas batas. Studi ini dapat mengidentifikasi elemen-elemen regulasi spesifik yang dapat diadopsi atau diadaptasi oleh ORI, bukan hanya sekadar selaras dengan standar internasional, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif dalam menangani kasus-kasus kompleks. Ketiga, mengingat rendahnya kesadaran domestik dan tantangan teknologi, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara komprehensif persepsi dan ekspektasi para pemangku kepentingan, dari masyarakat umum hingga birokrat, terhadap peran internasional ORI, khususnya terkait dengan pemanfaatan teknologi canggih seperti sistem manajemen kasus berbasis AI atau portal kolaborasi data. Memahami hambatan kultural dan operasional dalam adopsi teknologi ini akan krusial untuk memastikan bahwa investasi dalam infrastruktur digital benar-benar dapat mendukung perluasan peran ORI secara efektif dan mendapatkan legitimasi dari seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi fondasi untuk tindakan strategis yang lebih berbasis bukti.

  1. OMBUDSMAN: SUATU KAJIAN ANALISIS | Lestari | Journal Public Policy. ombudsman kajian analisis lestari... jurnal.utu.ac.id/jppolicy/article/view/767OMBUDSMAN SUATU KAJIAN ANALISIS Lestari Journal Public Policy ombudsman kajian analisis lestari jurnal utu ac jppolicy article view 767
  2. The Effectiveness of The Indonesian Ombudsman in Managing The Administration during The Covid-19 Pandemic... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/aldev/article/view/22414The Effectiveness of The Indonesian Ombudsman in Managing The Administration during The Covid 19 Pandemic journal uin alauddin ac index php aldev article view 22414
  3. Implementasi Pencegahan Maladministrasi Pelayanan Publik Oleh Ombudsman Republik Indonesia | COMSERVA... comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/624Implementasi Pencegahan Maladministrasi Pelayanan Publik Oleh Ombudsman Republik Indonesia COMSERVA comserva publikasiindonesia index php comserva article view 624
  4. Ombudsman dan Prinsip Venice: Penghormatan, Perlindungan dan Pemajuan Hak Asasi Manusia | Jurnal Inovasi... jig.rivierapublishing.id/index.php/rv/article/view/157Ombudsman dan Prinsip Venice Penghormatan Perlindungan dan Pemajuan Hak Asasi Manusia Jurnal Inovasi jig rivierapublishing index php rv article view 157
Read online
File size489.93 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test