OJSAPAJIOJSAPAJI

Journal of Marketing Management and Innovative Business ReviewJournal of Marketing Management and Innovative Business Review

Perkembangan pesat Financial Technology (FinTech) telah mentransformasi penyediaan layanan keuangan dan menciptakan peluang baru bagi usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya di negara-negara berkembang. Penelitian ini secara sistematis mengkaji dan membandingkan dampak strategis adopsi FinTech terhadap kinerja UKM di Indonesia dan Malaysia melalui systematic literature review yang dipandu oleh PRISMA, dengan menggunakan artikel ilmiah bereputasi, laporan institusional, dan publikasi resmi yang diterbitkan pada periode 2018–2025. Analisis difokuskan pada akses keuangan, efisiensi operasional, kapabilitas inovasi, lingkungan regulasi, dan kepercayaan institusional. Hasil kajian menunjukkan bahwa adopsi FinTech meningkatkan akses pembiayaan dan efisiensi transaksi di kedua negara; namun, kedalaman dan keberlanjutan manfaat tersebut berbeda antar konteks. Di Indonesia, FinTech terutama berperan dalam mendorong inklusi keuangan dan pengelolaan likuiditas jangka pendek, sedangkan di Malaysia FinTech lebih terintegrasi dalam sistem organisasi dan keuangan, sehingga berkontribusi terhadap produktivitas berkelanjutan dan ketahanan strategis. Perbedaan ini terutama dipengaruhi oleh tingkat kematangan regulasi, dukungan institusional, dan kesiapan organisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi FinTech saja tidak secara otomatis menjamin peningkatan kinerja UKM; nilai strategisnya sangat bergantung pada keselarasan antara adopsi teknologi, kapabilitas internal perusahaan, dan lingkungan institusional. Temuan ini memberikan wawasan komparatif bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam merancang strategi pengembangan UKM berbasis FinTech yang lebih efektif di negara berkembang.

This systematic review examined and compared the strategic effects of FinTech adoption on SME performance in Indonesia and Malaysia.The findings show that FinTech contributes positively to SMEs in both countries, particularly by improving access to finance and supporting operational efficiency.However, the depth and sustainability of these benefits differ clearly across contexts.In Indonesia, FinTech mainly serves as a tool for financial inclusion, helping SMEs address short-term liquidity needs and reduce transaction barriers.While these benefits are important, they often remain operational and do not consistently translate into performance improvement.In contrast, Malaysian SMEs tend to integrate FinTech more systematically into their activities, supported by stronger regulatory frameworks and higher levels of institutional trust.This allows FinTech to contribute more effectively to long-term productivity and strategic development.In general, the study demonstrates that FinTech alone does not guarantee improved SME performance.Its strategic value depends on how well it is embedded within organizational processes and institutional conditions.By adopting a comparative and systematic approach, this research highlights the importance of context-sensitive policies and provides a clearer understanding of how FinTech can support sustainable SME development in emerging economies.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam untuk memahami bagaimana perbedaan dalam ekosistem regulasi dan institusional di Indonesia dan Malaysia mempengaruhi adopsi dan dampak FinTech pada kinerja UKM. Kedua, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi FinTech di kedua negara, termasuk faktor-faktor seperti kesiapan digital, literasi keuangan, dan kepercayaan institusional. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana FinTech dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas inovasi dan daya saing UKM di negara berkembang, serta bagaimana FinTech dapat membantu UKM dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan pasar. Dengan memahami faktor-faktor ini, pembuat kebijakan dan praktisi dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk memanfaatkan potensi FinTech dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UKM di Indonesia dan Malaysia.

  1. FinTech and financial inclusion: the mediating role of digital marketing | Business: Theory and Practice.... doi.org/10.3846/btp.2023.17624FinTech and financial inclusion the mediating role of digital marketing Business Theory and Practice doi 10 3846 btp 2023 17624
  2. Digital Financial Literacy and Technology Adoption for Strengthening Financial Inclusion and MSMEs’... sct.ageditor.ar/index.php/sct/article/view/2227Digital Financial Literacy and Technology Adoption for Strengthening Financial Inclusion and MSMEsAo sct ageditor ar index php sct article view 2227
  3. The Effectiveness of Fintech in SME Financial Management: A Systematic Literature Review | American Journal... doi.org/10.58631/ajemb.v3i12.143The Effectiveness of Fintech in SME Financial Management A Systematic Literature Review American Journal doi 10 58631 ajemb v3i12 143
  4. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... jstor.org/stable/2095101?origin=crossrefClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site jstor stable 2095101 origin crossref
Read online
File size603.89 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test