ADPETIKISINDOADPETIKISINDO

Moderation | Journal of Islamic Studies ReviewModeration | Journal of Islamic Studies Review

K.H. Husein Muhammad atau yang dikenal sebagai Buya Husein merupakan tokoh agama dengan latar pendidikan Islam tradisional yang konsisten memperjuangkan wacana kesetaraan gender. Pemikiran dan langkahnya dalam membela perempuan menarik perhatian banyak akademisi untuk diteliti dan dikaji. Artikel ini menghadirkan sejumlah kajian akademik yang membahas pemikiran Buya Husein, khususnya terkait penafsiran Al-Quran. Meskipun telah banyak kajian dilakukan, tulisan ini hanya menyajikan sebagian kecil sebagai langkah awal untuk mengumpulkan dan memetakan berbagai penelitian tentang pemikiran Husein Muhammad.

Artikel ini menghimpun sejumlah penelitian terdahulu mengenai pemikiran Husein Muhammad, terutama yang berkaitan dengan penafsiran Al-Quran, yang mencakup berbagai tema seperti kesetaraan gender, hak perempuan, jilbab, poligami, dan pluralisme.Meskipun jumlah kajian yang disajikan masih terbatas, tulisan ini diharapkan menjadi langkah awal yang sistematis dalam merekam, mengumpulkan, dan memetakan kajian ilmiah terhadap pemikiran Husein Muhammad.Ke depan, upaya ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendokumentasikan secara komprehensif pemikiran tokoh Islam post-tradisionalis tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai bagaimana pemikiran Husein Muhammad dalam menafsirkan ayat-ayat tentang hak asasi manusia dipahami dan diterima oleh kalangan pesantren tradisional, mengingat latar belakangnya sebagai kiai yang tetap berakar pada turats. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak praktis dari tafsir feminis Husein Muhammad terhadap kebijakan hukum keluarga Islam di tingkat lokal, khususnya dalam konteks penerapan poligami, hak waris, dan peran istri sebagai pencari nafkah. Ketiga, diperlukan studi komparatif antara metode tafsir Husein Muhammad dan tokoh-tokoh pembaruan Islam lainnya seperti Nurcholish Madjid atau Abdurrahman Wahid, untuk melihat kesamaan dan perbedaan dalam pendekatan kontekstual terhadap Al-Quran dalam isu-isu sosial kontemporer. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi pemahaman kita tentang relevansi dan tantangan tafsir progresif di tengah masyarakat Muslim Indonesia yang majemuk.

  1. PRINSIP LIBERALISME DALAM METODOLOGI TAFSIR FEMINIS: PEMBACAAN PADA KARYA KARYA HUSEIN MUHAMMAD | Khazanah:... doi.org/10.18592/khazanah.v18i1.3527PRINSIP LIBERALISME DALAM METODOLOGI TAFSIR FEMINIS PEMBACAAN PADA KARYA KARYA HUSEIN MUHAMMAD Khazanah doi 10 18592 khazanah v18i1 3527
Read online
File size510.04 KB
Pages22
Short Linkhttps://juris.id/p-1zG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test