UMSRAPPANGUMSRAPPANG

MALLOMO: Journal of Community ServiceMALLOMO: Journal of Community Service

Keterbatasan akses masyarakat pedesaan terhadap informasi obat yang akurat dan rendahnya literasi kesehatan digital menjadi permasalahan utama dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan akses layanan farmasi dan edukasi kesehatan melalui implementasi telefarmasi berbasis teknologi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi masyarakat, farmasi dan kader kesehatan, serta pelatihan implementasi platform telefarmasi di wilayah Paninggaran, Petungkriyono, dan Linggoasri. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat (n=30), tenaga farmasi (n=10), dan kader kesehatan (n=5). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada seluruh kelompok sasaran. Nilai rata-rata masyarakat meningkat dari 48% menjadi 87%, tenaga farmasi dari 53% menjadi 91%, dan kader kesehatan dari 47,6% menjadi 86,6%. Program ini juga memanfaatkan kemampuan teknologi digital serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kesehatan. Secara keseluruhan, implementasi telefarmasi berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan, memperkuat literasi kesehatan digital masyarakat, serta menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi yang berpotensi direplikasi di wilayah lain.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan melalui implementasi telefarmasi di Kabupaten Pekalongan.Peningkatan literasi kesehatan digital dan kompetensi tenaga kesehatan terbukti melalui peningkatan skor partisipan hingga 40%.Program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan usaha kesehatan berbasis digital.Integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Muhammadiyah memperkuat relevansi program sebagai bentuk dakwah melalui pelayanan kesehatan.Program ini dapat menjadi model replikasi untuk wilayah dengan tantangan serupa.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi telefarmasi berbasis AI untuk memberikan saran personalisasi penggunaan obat kepada masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh jangka panjang program telefarmasi terhadap penurunan angka penyakit akibat penggunaan obat tidak tepat. Terakhir, penelitian dapat mengkaji integrasi telefarmasi dengan sistem kesehatan daerah untuk membangun model kolaboratif antara apotek komunitas dan puskesmas.

Read online
File size599.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test