UMSRAPPANGUMSRAPPANG

MALLOMO: Journal of Community ServiceMALLOMO: Journal of Community Service

Tingginya biaya produksi, terutama pada komponen pakan yang dapat mencapai 60–70% dari total biaya operasional, menjadi kendala utama bagi para pembudidaya ikan nila di Desa Purnakarya. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan teknologi probiotik pada pakan sebagai strategi peningkatan efisiensi ikan nila. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang terdiri dari tahapan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi penambahan probiotik pada pakan, hingga pendampingan dan monitoring berkala di lapangan. Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra terkait formulasi pakan berprobiotik secara signifikan. Dari aspek teknis budidaya, aplikasi pakan berprobiotik selama pemeliharaan terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bobot ikan sebesar ±25%, mencapai tingkat kelangsungan hidup (SR) hingga 90%, dan memperbaiki nilai konversi pakan (FCR) menjadi 1,4. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi probiotik merupakan inovasi tepat guna yang mudah diaplikasikan, ekonomis, serta secara efektif mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila dan kemandirian pembudidaya.

Program pengabdian kepada masyarakat tentang penerapan teknologi probiotik pada pakan ikan nila berhasil mencapai tujuannya.Penerapan inovasi teknologi ini terbukti mudah diadopsi oleh masyarakat dan secara efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra pembudidaya.Berdasarkan evaluasi di lapangan, penggunaan probiotik memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan efisiensi budidaya ikan nila, seperti peningkatan pertumbuhan bobot ikan sebesar ±25%, tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 90%, serta peningkatan konversi pakan (FCR) menjadi sekitar 2,4 setelah sekitar 30 hari pemeliharaan.Selain meningkatkan pertumbuhan ikan melalui peningkatan pencernaan nutrisi, penggunaan probiotik juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas air kolam.Program ini memungkinkan mitra pembudidaya untuk mempersiapkan pakan berprobiotik secara mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal.Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya operasional mitra tetapi juga membangun kemitraan berkelanjutan antara universitas dan masyarakat dalam pengembangan sektor perikanan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi jenis probiotik alternatif yang lebih efektif dalam meningkatkan konversi pakan (FCR) dan ketahanan terhadap penyakit pada ikan nila. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan probiotik terhadap keseimbangan ekosistem kolam budidaya. Penelitian juga dapat menggabungkan teknologi probiotik dengan pendekatan lain seperti pakan berbasis serangga (misalnya larva black soldier fly) untuk menciptakan solusi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan menggabungkan inovasi ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku pakan impor sekaligus meningkatkan keberlanjutan pertanian air tawar di daerah pedesaan.

  1. Gerakan Pakan Mandiri (Gepari) : Teknologi Pelet Ikan Solusi Pemberdayaan Kewirausahaan Santri (Santripreneur)... jiat.ub.ac.id/index.php/jiat/article/view/287/275Gerakan Pakan Mandiri Gepari Teknologi Pelet Ikan Solusi Pemberdayaan Kewirausahaan Santri Santripreneur jiat ub ac index php jiat article view 287 275
Read online
File size655.81 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test