LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi TerpaduJurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu

Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengukur nilai efektifitas dan penerapan metode Total Productive Maintenance (TPM) terutama pada pilar Focused Improvement pada mesin Printing Packaging di PT. Ultra Prima Plast. Penelitian dilakukan dengan data kuantitatif dan pendekatan Analisa Overall Equipment Effectiveness (OEE). Nilai OEE dianalisa dengan menggunakan Six Big Losses (SBL) untuk menemukan faktor penyebab dominan kerugian. Faktor kerugian selanjutnya di klasifikasikan dengan rumus 80/20 % sebagai acuan pembuatan Fishbone Diagram. Analisa Fishbone Diagram dilakukan untuk menemukan penyebab dan akibat atau akar permasalahan pada setiap kerugian. Akar permasalahan yang didapatkan kemudian diberikan usulan perbaikan dan dianalisa dengan metode 5W 1H. Hasil penelitian mendapatkan nilai rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 28%. Nilai tersebut didapat dari beberapa hasil perhitungan diantaranya adalah Availability Rate 97%, Performance Rate 20 % dan Quality Rate 98%. Nilai tersebut masih dibawah kategori standar dunia yang telah ditetapkan oleh JIPM yaitu 85%. Adapun kerugian pada mesin Printing Packaging adalah yield losses yaitu sebesar 58 % dan reduce speed losses yaitu sebesar 23%. Akar permasalahan yang ditemukan adalah tidak adanya planed maintenance dan auotnomus maintenance pada mesin Laminasi packaging serta lingkungan yang tidak terawat, ilmu pengetahuan SDM yang kurang memadai dan kelalaian prosedur kerja dilapangan.

Nilai ini masih belum mendekati world class standard yaitu 85%.Faktor pemicu rendahnya OEE, yaitu dari nilai availability rate sebesar 92 % disusul performance rate 39% dan quality rate 99%.Nilai rata-rata quality rate sebesar 99% menunjukan kualitas output yang dihasilkan mesin ini sudah baik dimana sudah melebihi standar dunia sebesar 99%.Kegagalan yang membuat rendahnya nilai OEE adalah yield losses.Yield losses dan reduced speed losses merupakan faktor terbesar dari keseluruhan losses yaitu sebesar 58% dan 23 %.Operator yang handal dan bisa mengatasi kendala-kendala mesin sangat diperlukan perusahaan agar bisa memperbaiki performa mesin.Waktu rata-rata mesin Dry Lamination Packaging dapat beroperasi sebelum mengalami kerusakan berdasarkan perhitungan MTBF yaitu 2.217,34 menit dengan kerusakan mesin sebanyak 178 kali dalam periode 1 tahun terakhir.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program maintenance terencana dalam meningkatkan nilai OEE mesin. Selain itu, penelitian tentang dampak pelatihan operator terhadap pengurangan yield losses dapat dikembangkan untuk memperbaiki kualitas produksi. Selanjutnya, penggunaan data MTBF dan MTTR untuk sistem maintenance prediktif perlu dieksplorasi lebih lanjut agar dapat mengurangi frekuensi kerusakan komponen mesin secara berkelanjutan.

Read online
File size694.39 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test