KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA

Jurnal Riset InformatikaJurnal Riset Informatika

Penelitian ini menganalisis struktur diskursus publik di Twitter mengenai RUU Perampasan Aset sebagai inisiatif kebijakan yang bertujuan memperkuat penegakan hukum antikorupsi dan menjamin kepastian hukum. Berbeda dari pendekatan analisis sentimen konvensional, penelitian ini berfokus pada pemetaan bagaimana kekhawatiran substantif publik terorganisasi secara tematik dalam perdebatan digital. Sebanyak 14.319 cuitan yang telah dibersihkan dan dihapus duplikasinya pada periode Januari hingga September 2025 dianalisis menggunakan Latent Dirichlet Allocation, dengan konfigurasi optimal sembilan topik yang dipilih berdasarkan evaluasi koherensi untuk memastikan keterpahaman semantik. Hasil penelitian menunjukkan sembilan klaster tema utama, dengan isu penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai fokus dominan, diikuti dinamika proses legislasi, mobilisasi aksi protes, politik kepartaian, dan akuntabilitas institusional. Temuan ini mengindikasikan bahwa diskursus digital tidak semata didorong oleh reaksi emosional, tetapi terstruktur pada kekhawatiran normatif, terutama terkait kejelasan prosedural, keadilan, dan legitimasi kelembagaan. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi dengan menggeser fokus analisis dari klasifikasi polaritas sentimen menuju pemetaan tematik sistematis diskursus politik digital melalui kerangka LDA yang dioptimalkan dan disesuaikan dengan karakteristik Twitter Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini menyediakan instrumen berbasis data bagi pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi isu prioritas publik, memperkuat strategi komunikasi legislasi, dan mengurangi ambiguitas interpretasi dalam perumusan regulasi yang sensitif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka kerja LDA yang dioptimalkan, yang mengintegrasikan tahap praproses, pemodelan bigram, dan evaluasi metrik ganda menggunakan koherensi dan kebingungan, efektif dalam memetakan diskursus publik tentang RUU Perampasan Aset menggunakan data Twitter Indonesia.Konfigurasi optimal dengan K sama dengan 9 mengungkapkan bahwa pembahasan publik terorganisir menjadi klaster tematik yang berbeda, dengan penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai sumbu dominan, diikuti dinamika legislasi, mobilisasi protes, dan kontestasi politik.Temuan ini menunjukkan bahwa diskursus digital terstruktur di sekitar masalah substantif daripada murni didorong oleh polaritas emosional, khususnya menekankan kekhawatiran terkait kepastian hukum dan legitimasi institusional.Pada tingkat teoritis, penelitian ini memperluas studi berbasis sentimen sebelumnya dengan memindahkan fokus analisis dari klasifikasi polaritas ke analisis struktur tematik.Alih-alih mengidentifikasi opini sebagai positif atau negatif saja, model ini mengungkapkan fondasi substantif kekhawatiran publik, terutama mengenai kejelasan prosedural dan akuntabilitas.Namun, penelitian ini terbatas pada data Twitter dalam rentang waktu tertentu dan oleh batasan metodologis yang melekat pada LDA, yang menggunakan representasi Bag-of-Words yang tidak menangkap sarkasme, nuansa kontekstual, atau evolusi diskursus temporal.Akibatnya, hasilnya harus ditafsirkan sebagai pemetaan diskursus daripada pengukuran definitif konsensus publik secara keseluruhan.Dari perspektif tata kelola, dominasi topik terkait penegakan hukum dan proses legislasi memberikan wawasan konkret dan dapat diterapkan.Pemodelan topik dapat berfungsi sebagai instrumen pemantauan berbasis data untuk mendeteksi pergeseran perhatian publik dan mengidentifikasi mekanisme hukum tertentu yang memerlukan penjelasan yang lebih jelas.Dengan menyelaraskan strategi komunikasi dengan kluster tematik dominan daripada hanya bereaksi terhadap fluktuasi sentimen, institusi pemerintahan dapat mengurangi ambiguitas interpretatif, memperkuat legitimasi prosedural, dan meningkatkan kepercayaan institusional selama proses pembuatan kebijakan.

Saran penelitian lanjutan dapat mencakup integrasi analisis sentimen, deteksi sikap, atau pemodelan topik dinamis untuk menangkap orientasi emosional dan evolusi temporal secara lebih komprehensif. Analisis komparatif di berbagai platform media sosial akan meningkatkan representativitas dan robustness temuan. Dari sudut pandang kebijakan, disarankan agar institusi pemerintahan mengintegrasikan analisis diskursus terstruktur ke dalam kerangka komunikasi regulasi dengan mengembangkan sistem pemantauan topik-berbasis, pesan adaptif, penjelasan legislatif transparan, dan deliberasi kebijakan berbasis bukti.

  1. 0. pdf obj fw 7nf c4d ph wezb zjw d8 nz 0q te t0 c7 oi doi.org/10.24507/icicel.17.10.10750 pdf obj fw 7nf c4d ph wezb zjw d8 nz 0q te t0 c7 oi doi 10 24507 icicel 17 10 1075
  2. ACCENTS Journals. accents journals journal advanced technology engineering exploration issn print volume... accentsjournals.org/paperinfo.php?journalPaperId=1800ACCENTS Journals accents journals journal advanced technology engineering exploration issn print volume accentsjournals paperinfo php journalPaperId 1800
Read online
File size723.11 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test