PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan sekelompok gangguan metabolit yang ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insuli, kelainan kerja insulin atau keduanya. Jika komplikasi ini tidak ditangani dengan baik, DMT2 dapat memperburuk kualitas hidup penderitanya. Kualitas hidup pasien mencakup 8 domain yaitu fungsi fisik, energi, tekanan kesehatan, efek pengobatan, frekuensi gejala, kepuasan pengobatan, kesehatan mental dan kepuasan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Kabupaten Buton. Penelitiian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Quality Of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 87 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil peneliitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup yang buruk pada beberapa domain kuesioner, yaitu pada domain energi (29,8%), domain efek pengobatan (33,3%), domain frekuesni gejala (27,7%), dan domain kesehatan mental (39,1%). Sedangkan pada domain fungsi fisik, tekanan kesehatan, kepuasan pengoobatan, dan kepuasan pribadi memiliki kualitas hiidup yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Kabupaten Buton masih dipengaruhi oleh beberapa faktor baik fungsi fisik, psikologi, maupun sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Buton dipengaruhi secara signifikan oleh faktor fisik, psikologis, dan sosial.Sebagian besar domain DQLCTQ, seperti fungsi fisik, energi, tekanan kesehatan, frekuensi gejala, efek pengobatan, kesehatan mental, dan kepuasan pribadi, menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup.Namun, kepuasan pengobatan tidak memiliki hubungan signifikan.kualitas hidup secara umum masih terkendala oleh gejala berulang, kelelahan, keterbatasan fisik, dan kecemasan, sehingga memerlukan pengelolaan diri, dukungan psikososial, dan kontrol klinis.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi mendalam terkait faktor-faktor yang mungkin menjelaskan mengapa kepuasan terhadap pengobatan tidak secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Mengingat temuan ini, studi kualitatif atau campuran bisa dilakukan untuk memahami persepsi pasien mengenai pengobatan, harapan mereka, serta hambatan non-medis yang memengaruhi pengalaman mereka, seperti akses terhadap layanan kesehatan atau dukungan keluarga. Selain itu, penting untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang spesifik dan terukur untuk meningkatkan domain kualitas hidup yang ditemukan buruk dalam penelitian ini, yaitu energi, efek pengobatan, frekuensi gejala, dan kesehatan mental. Misalnya, dapat dilakukan uji klinis terkontrol untuk program edukasi pasien yang lebih komprehensif, sesi konseling psikologis terstruktur, atau program aktivitas fisik yang disesuaikan secara individual. Studi ini juga bisa diperluas untuk mengidentifikasi determinan kualitas hidup yang lebih luas, seperti dampak faktor sosial ekonomi, dukungan komunitas, atau peran kebijakan kesehatan lokal. Memahami variabel-variabel ini akan memberikan gambaran holistik dan strategi yang lebih tepat dalam meningkatkan kesejahteraan pasien diabetes, tidak hanya di RSUD Kabupaten Buton tetapi juga di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Dengan demikian, penelitian masa depan tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi berbasis bukti yang dapat diimplementasikan untuk perawatan pasien yang lebih baik.

  1. Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 Di RSUD Kabupaten Buton Dengan Menggunakan Instrumen... jurnal-pharmaconmw.com/jpmw/index.php/jpmw/article/view/588Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RSUD Kabupaten Buton Dengan Menggunakan Instrumen jurnal pharmaconmw jpmw index php jpmw article view 588
  2. Vol. 6 No. 2 (2022) | Jurnal Riset Kesehatan Nasional. vol jurnal riset kesehatan nasional doi https... doi.org/10.37294/jrkn.v6i2Vol 6 No 2 2022 Jurnal Riset Kesehatan Nasional vol jurnal riset kesehatan nasional doi https doi 10 37294 jrkn v6i2
Read online
File size1.04 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test