PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Instalasi farmasi rumah sakit adalah departemen atau unit bagian di suatu rumah sakit di bawah pimpinan apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kompeten secara proposional farmasi rumah sakit dengan fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan dan pelayanan kefarmasian yang terdiri atas pelayanan paripurna mengcakup Perencanaan, produksi penyimpanan sediaan farmasi, dispensing obat berdasarkan resep penderita rawat inap dan rawat jalan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian sebanyak 54 sampel di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Metode analisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara dimensi pendaftaran resep, penggkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat, pelayanan konseling, evaluasi penggunaan obat, monitoring efek samping obat dengan tingkat kepuasan pasien (hubungan sedang) dan tidak ada hubungan antara pemantauan terapi obat, pembayaran resep dengan tinggkat kepuasan pasien (hubungan lemah). Kesimpulan penelitian ini harapkan dapat menjadi informasi yang berharga dalam mengkaji sekaligus sebagai bahan dalam memberikan kualitas pelayanan sehingga meningkatkan kepuasan pasien.

Berdasarkan hasil uji statistik dan pembahasan, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa ada hubungan pendaftaran resep, penggkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat, konseling pasien, evaluasi penggunaan obat, dan monitoring efek samping obat dengan tinggkat kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.Namun, tidak terdapat hubungan antara pemantauan terapi obat dan pembayaran resep dengan tinggkat kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem informasi digital untuk meningkatkan efisiensi pendaftaran resep dan pengelolaan obat di instalasi farmasi, sehingga mengurangi waktu tunggu pasien. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelatihan staf farmasi dalam memberikan informasi obat dan konseling, khususnya untuk memastikan konsistensi pelayanan di seluruh unit layanan. Penelitian juga dapat mengkaji dampak kerja sama antara instalasi farmasi dan lembaga asuransi kesehatan dalam mengatasi hambatan distribusi obat yang tidak tersedia di rumah sakit, serta membandingkan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit dengan sistem satu pintu dan rumah sakit tanpa sistem tersebut.

  1. Analisis Hubungan Manajemen Sistem Satu Pintu dengan Kepuasan Pasien Pada Instalasi Farmasi di Rumah... doi.org/10.54883/jpmw.v4i6.265Analisis Hubungan Manajemen Sistem Satu Pintu dengan Kepuasan Pasien Pada Instalasi Farmasi di Rumah doi 10 54883 jpmw v4i6 265
Read online
File size1.07 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test