UNJAYAUNJAYA

Teknomatika: Jurnal Informatika dan KomputerTeknomatika: Jurnal Informatika dan Komputer

Kabupaten Tanah Laut merupakan kabupaten di Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai sentra peternakan, terutama peternakan sapi potong. Komoditas sapi potong di kabupaten ini mencapai 88.420 ekor di tahun 2023. Besarnya komoditas sapi potong memerlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut memiliki Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang tersebar di setiap desa melakukan pemantauan pemeriksaan kondisi sapi potong milik peternak. Masalahnya hasil pemantauan masih didata secara manual dan peternak tidak memiliki pengetahuan memadai mengenai penyakit sapi potong. Akibatnya penyakit tidak terdeteksi sejak dini sehingga penyakit menyerang sudah dalam tingkatan parah bahkan sampai menyebabkan kematian. Sistem pakar dengan penalaran maju (forward chaining) diperlukan untuk mengurangi ketergantungan peternak pada PPL terkait minimnya pengetahuan tentang penyakit pada sapi potong. Sistem pakar dengan dasar pengetahuan berdasarkan pada studi literatur dan wawancara dengan pakar (salah satu PPL). Data yang terhimpun sebanyak 21 penyakit dan 62 data gejala. Database yang digunakan memiliki 6 tabel. Fungsional sistem diuji menggunakan Blacbox dengan hasil semua fungsionalitas berjalan dengan baik. Tingkat akurasi sistem pakar diuji menggunakan 21 data uji, dengan akurasi mencapai 85,71%.

Berdasarkan uraian hasil penelitian, sistem pakar penyakit sapi berbasis web yang dibangun mempunyai fitur berfungsi dengan baik dengan tingkat akurasi 85,71% untuk hasil diagnosa pada 21 data uji.Akurasi 85,71% menunjukkan ketepatan penerapan forward chaining pada sistem pakar penyakit sapi.Hal ini mengindikasikan efektivitas sistem bagi peternak untuk mendapatkan diagnosa penyakit yang diderita sapi sejak dini, sebelum berkonsultasi lebih lanjut kepada PPL atau pakar sapi.Penelitian berikutnya disarankan untuk menggunakan metode pembanding dan mengembangkan sistem yang dapat diakses melalui smartphone sehingga lebih memudahkan akses bagi peternak.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan sistem pakar dengan menambahkan lebih banyak jenis penyakit dan gejala untuk meningkatkan cakupan diagnosis. Selain itu, pengembangan aplikasi berbasis smartphone untuk akses lebih mudah oleh peternak di lapangan dapat menjadi fokus penelitian. Selanjutnya, dilakukan perbandingan antara metode forward chaining dengan metode backward chaining atau teknik lainnya untuk mengevaluasi efektivitas dan keunggulan masing-masing pendekatan dalam konteks diagnosis penyakit sapi.

  1. SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT HEWAN SAPI DENGAN METODE FORWARD CHAINING | Zenodo. sistem pakar diagnosis... doi.org/10.5281/zenodo.1673278SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT HEWAN SAPI DENGAN METODE FORWARD CHAINING Zenodo sistem pakar diagnosis doi 10 5281 zenodo 1673278
  2. Jurnal Ilmiah Informatika (JIF). sistem pakar diagnosa penyakit sapi pencegahan penyebaran wabah pmk... doi.org/10.33884/jif.v10i02.6373Jurnal Ilmiah Informatika JIF sistem pakar diagnosa penyakit sapi pencegahan penyebaran wabah pmk doi 10 33884 jif v10i02 6373
  3. Analisis Perbandingan Sistem Pakar Diagnosa Akibat Gigitan Nyamuk Menggunakan Metode Forward Chaining... rayyanjurnal.com/index.php/motekar/article/view/3972Analisis Perbandingan Sistem Pakar Diagnosa Akibat Gigitan Nyamuk Menggunakan Metode Forward Chaining rayyanjurnal index php motekar article view 3972
Read online
File size1.59 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test