THAMRINTHAMRIN

Anakes : Jurnal Ilmiah Analis KesehatanAnakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan

Penurunan kualitas tidur merupakan masalah kesehatan yang umum dialami lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia (BPSLU) Pucang Gading Semarang dan Wening Wardoyo Ungaran. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, penelitian melibatkan 95 lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) untuk menilai tingkat aktivitas fisik. Analisis data dilakukan dengan uji D Sommers untuk menentukan arah dan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 60–74 tahun (65,3%) dan didominasi perempuan (64,2%), dengan 44,2% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan 89,5% memiliki kualitas tidur baik. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (p=0,001, r=0,273) dengan kekuatan hubungan moderat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas fisik berkorelasi dengan membaiknya kualitas tidur pada lansia, sehingga hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan program aktivitas fisik yang bertujuan meningkatkan kualitas tidur di panti jompo.

Penelitian ini melibatkan 95 lansia sebagai responden yang tinggal di Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia (BPSLU) Pucang Gading Semarang dan Wening Wardoyo Ungaran pada November hingga Desember 2024.Mayoritas responden adalah perempuan dan melaporkan frekuensi aktivitas fisik yang cukup tinggi serta kualitas tidur yang memuaskan.Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur, meskipun dengan kekuatan hubungan yang tergolong moderat (r=0,273, p=0,001).Temuan ini konsisten dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kualitas tidur lansia melalui mekanisme pemulihan tubuh dan peningkatan kebugaran jasmani.Dengan demikian, penelitian ini berhasil memenuhi tujuan untuk menganalisis keterkaitan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur pada lansia di dua panti jompo tersebut.Hasil ini menegaskan pentingnya program aktivitas fisik terjadwal sebagai intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan lansia.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi jenis aktivitas fisik tertentu (misalnya senam, jalan kaki, atau yoga) yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Selain itu, studi lebih lanjut bisa mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan, seperti pengaruh interaksi sosial atau pola hidup sehari-hari terhadap kualitas tidur. Penelitian juga dapat dilakukan secara longitudinal untuk memahami perubahan kualitas tidur dan aktivitas fisik seiring bertambahnya usia. Dengan memperluas ruang lingkup penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan pendekatan intervensi yang lebih tepat guna dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di panti jompo.

Read online
File size167.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test