UNIVAL CILEGONUNIVAL CILEGON

SisprotekSisprotek

Mahasiswa Teknik Industri di laboratorium komputer berisiko mengalami gangguan ergonomi akibat postur duduk statis dan fasilitas stasiun kerja yang belum sesuai prinsip ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko ergonomi menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), serta merumuskan rekomendasi stasiun kerja ergonomis di laboratorium komputer Universitas Al-Khairiyah Cilegon. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 34 responden untuk identifikasi keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) melalui NBM, serta 6 partisipan terpilih untuk penilaian postur kerja menggunakan RULA. Hasil RULA menunjukkan rata-rata Grand Score sebesar 5,17 dengan Action Level 3, yang menandakan risiko sedang hingga tinggi dan memerlukan perbaikan segera. Faktor risiko utama berasal dari postur leher dan batang tubuh yang tidak netral akibat ketidaksesuaian dimensi kursi, meja, dan posisi monitor. Hasil NBM menunjukkan keluhan tertinggi pada area pinggang, pantat, punggung bawah, punggung atas, dan leher bagian atas dengan tingkat keluhan rata-rata kategori “Cukup Sakit. Rekomendasi perbaikan meliputi penggunaan kursi Adjustable dengan penopang lumbar, penyesuaian dimensi meja, penataan posisi monitor dan keyboard yang ideal, serta penerapan peregangan mikro dan aturan 20-20-20.

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis menggunakan metode Nordic Body Map dan RULA, dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko ergonomi postur kerja mahasiswa tergolong sedang hingga tinggi, dengan rata-rata Grand Score 5,17 dan 83,3% responden berada pada Action Level 3 yang memerlukan investigasi dan perbaikan segera, terutama pada postur leher dan batang tubuh.Keluhan musculoskeletal paling dominan terjadi pada area pinggang, pantat, punggung bawah, punggung atas, dan leher bagian atas, dengan tingkat keluhan rata-rata kategori Cukup Sakit.Rekomendasi Workstation ergonomis meliputi kursi Adjustable dengan lumbar support, meja dengan tinggi dan area kerja sesuai standar ergonomi, penataan monitor dan keyboard yang tepat, serta intervensi perilaku berupa peregangan mikro dan aturan 20-20-20 untuk menurunkan risiko gangguan musculoskeletal pada mahasiswa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara laboratorium komputer yang telah menerapkan rekomendasi ergonomi dengan laboratorium yang belum. Penelitian ini dapat menilai efektivitas perbaikan Workstation dalam mengurangi risiko gangguan musculoskeletal. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan keluhan musculoskeletal pada mahasiswa sebelum dan setelah penerapan rekomendasi ergonomi, serta mengevaluasi efektivitas intervensi perilaku seperti peregangan mikro dan aturan 20-20-20 dalam mencegah dan mengurangi keluhan tersebut. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan alat bantu atau perangkat lunak yang dapat membantu mahasiswa memantau dan memperbaiki postur kerja mereka secara mandiri, seperti aplikasi atau perangkat wearable yang memberikan umpan balik real-time tentang postur tubuh dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

Read online
File size316.01 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test