UNMERPASUNMERPAS

JMM - Jurnal Masyarakat MerdekaJMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Pada tahun 2023, kegiatan pengabdian yang dilakukan di RT 13 dan RT 14 Kampung Surokarsan untuk mempersiapkan kampung tersebut menjadi kampung wisata kuliner. Kegiatan pengabdian telah merumuskan gambar pra-masterplan kampung wisata kuliner. Namun, untuk mencapai perintisan wisata kampung kuliner perlu dilakukan fasilitasi dan pendampingan rencana aksi perintisan wisata kuliner di Kampung Surokarsan. Tujuan kegiatan pengabdian: 1) Melakukan sosialisasi gambar pra masterplan Kampung Wisata Kuliner; 2) Memfasilitasi musyawarah kampung untuk merumuskan rencana aksi perintisan kampung wisata kuliner; dan 3) Pelatihan perintisan kampung wisata kuliner dengan meningkatkan kapasitas masyarakat Kampung Surokarsan. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat yang terlibat dalam perintisan kampung wisata kuliner yakni: kelompok sadar wisata, perangkat kelurahan, pengurus RT 13 dan 14, kelompok tani setempat dan perwakilan warga. Metode pengabdian dilakukan melalui observasi pemetaan masalah, sosialisasi, fasilitasi dan pelatihan perintisan kampung wisata kuliner. Hasil kegiatan pengabdian peningkatan kapasitas bagi penggerak perintisan wisata kampung kuliner di RT 13 dan 14 Kampung Surokarsan. Dari hasil kuesioner yang dibagikan untuk para peserta pelatihan, mereka merasakan manfaat adanya pelatihan tersebut dan menyatakan sikap untuk mengembangkan rintisan kampung kuliner dengan wisata air yang berada di dekat wilayah RT13 dan RT 14. Hasil kesepakatan bersama dengan peserta, untuk menjalin komunikasi dan informasi lebih lanjut dibuat group WA.

Kampung Surokarsan, yang terletak di pinggir Kali Code Yogyakarta, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, namun belum termanfaatkan secara optimal meskipun telah didukung berbagai pihak.Oleh karena itu, kegiatan fasilitasi yang mencakup sosialisasi, pelatihan perintisan kampung wisata, dan musyawarah telah dilaksanakan untuk merumuskan rencana aksi.Hasilnya adalah munculnya gerakan masyarakat dalam perintisan kampung wisata kuliner berbasis urban farming, penataan lingkungan yang lebih hijau, serta terbentuknya forum komunikasi antar pemangku kepentingan untuk keberlanjutan pengembangan.

Melihat potensi besar Kampung Surokarsan yang unik dengan latar belakang urban farming dan lokasinya di pinggir Kali Code, serta menimbang berbagai masukan dari masyarakat yang ingin mengembangkan destinasi wisata ini, terdapat beberapa peluang menarik untuk penelitian lanjutan guna memastikan keberhasilan jangka panjang. Salah satu pertanyaan penting adalah bagaimana merancang model pengelolaan yang berkelanjutan agar inisiatif kampung wisata kuliner berbasis urban farming ini tidak hanya berkembang di awal, tetapi juga tetap eksis dan memberikan manfaat ekonomi secara terus-menerus kepada warga setelah program pendampingan selesai. Penelitian dapat menggali faktor-faktor kunci keberlanjutan, seperti pengembangan kapasitas kelembagaan masyarakat, strategi pemasaran mandiri, serta diversifikasi produk kuliner dari hasil urban farming yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati wisatawan. Selain itu, mengingat antusiasme peserta pelatihan terhadap jenis wisata lain seperti wisata sungai atau budaya, studi selanjutnya bisa mengeksplorasi bagaimana mengintegrasikan potensi-potensi tersebut secara harmonis ke dalam konsep wisata kuliner yang sudah ada, menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan menarik bagi pengunjung. Misalnya, bagaimana mengoptimalkan bantaran sungai Code dan gazebo yang sudah ada sebagai bagian dari daya tarik wisata baru, atau mengembangkan paket wisata tematik yang menggabungkan kuliner, budaya lokal, dan edukasi tentang urban farming? Terakhir, untuk mengatasi tantangan terkait dukungan eksternal yang belum optimal, penelitian dapat fokus pada identifikasi strategi efektif untuk memperkuat kolaborasi multi-pihak. Ini termasuk mencari cara konkret untuk menarik lebih banyak dukungan dari pemerintah daerah dan sektor swasta, serta merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata berbasis komunitas secara berkelanjutan di wilayah perkotaan seperti Surokarsan, demi percepatan dan pemerataan manfaat bagi seluruh warga.

  1. PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI BANTARAN SUNGAI CODE KELURAHAN WIROGUNAN... share.petra.ac.id/index.php/share/article/view/26672PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI BANTARAN SUNGAI CODE KELURAHAN WIROGUNAN share petra ac index php share article view 26672
  2. Pelatihan Budidaya Selada Menggunakan Sistem Aquaponik di PKK Kelurahan Bendanduwur Kota Semarang | JMM... jmm.unmerpas.ac.id/index.php/jmm/article/view/132Pelatihan Budidaya Selada Menggunakan Sistem Aquaponik di PKK Kelurahan Bendanduwur Kota Semarang JMM jmm unmerpas ac index php jmm article view 132
Read online
File size2.06 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test