PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA

Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan PerubahanJurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan

Penggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga diperlukan alternatif berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Wira Wanita Mandiri Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, dalam pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani. Proses pembuatan pupuk dilakukan melalui fermentasi sekam padi dengan penambahan dedak dan aktivator mikroorganisme (EM4/EMA), yang meliputi tahapan pencampuran bahan, pengaturan kadar air, dan fermentasi selama ±21 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan pupuk organik, serta menghasilkan pupuk dengan karakteristik fisik berupa warna lebih gelap, tekstur halus, dan struktur remah. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya lokal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai pupuk organik merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian petani.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai pupuk organik melalui proses fermentasi sederhana, dengan penambahan dedak dan aktivator mikroorganisme, dapat diterapkan secara efektif oleh kelompok tani.Metode ini tidak hanya berhasil menghasilkan pupuk organik, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan keterampilan petani dalam mengelola limbah pertanian lokal.Kontribusi ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, dan menjadi dasar program pemberdayaan petani.

Untuk memperkuat manfaat pupuk organik dari sekam padi yang telah dikembangkan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, penting untuk melakukan analisis kimia mendalam terhadap pupuk yang dihasilkan, tidak hanya berfokus pada karakteristik fisik. Kita perlu menjawab: Bagaimanakah profil nutrisi esensial seperti NPK, rasio C/N, dan pH pada pupuk sekam padi fermentasi ini, serta bagaimana strategi terbaik untuk memperkaya kandungan hara tersebut dengan memanfaatkan limbah organik lokal lainnya, seperti kotoran ternak atau sisa tanaman yang banyak tersedia di sekitar desa, agar pupuk ini dapat berfungsi optimal sebagai sumber nutrisi utama bagi tanaman? Kedua, meskipun telah berhasil diproduksi, efektivitas jangka panjang di lapangan masih perlu diuji secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian dapat mencari tahu: Sejauh mana aplikasi pupuk organik sekam padi secara berkelanjutan selama beberapa musim tanam dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta berdampak positif pada pertumbuhan dan hasil panen berbagai komoditas pertanian lokal? Ketiga, agar inovasi ini dapat diadopsi secara luas dan berkelanjutan, aspek ekonomi perlu dikaji. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah: Bagaimana model ekonomi yang paling efisien untuk produksi pupuk organik sekam padi ini oleh kelompok tani, termasuk perbandingan biaya produksi versus manfaat ekonomis yang diperoleh petani dari peningkatan hasil panen dan pengurangan pembelian pupuk kimia, sehingga dapat mendukung kemandirian finansial dan keberlanjutan praktik pertanian organik mereka?.

Read online
File size317.84 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test