PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan PerubahanJurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan PerubahanKekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, merupakan persoalan serius yang masih sering luput dari perhatian karena berbagai faktor, seperti budaya diam, relasi kuasa, dan minimnya pemahaman hukum. NTB berada pada posisi kedua kasus terlapor terbanyak secara nasional dalam kekerasan seksual. Berdasarkan kebutuhan akan arti pentingnya pemahaman yang benar terkait dampak dan pencegahan kekerasan seksual pada anak, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di lingkungan pondok pesantren di seluruh wilayah lombok Barat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum para santri mengenai hak-hak mereka sebagai korban kekerasan seksual serta memperkenalkan mekanisme perlindungan hukum yang tersedia. Metode yang digunakan adalah edukasi hukum berbasis dialog dan pemberdayaan berbasis komunitas melalui seminar, diskusi kelompok terarah dan pelatihan singkat dengan melibatkan santri, ustadz dan ustadzah, pengasuh pesantren dan tokoh masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap bentuk-bentuk kekerasan seksual, hak perlindungan hukum, serta saluran pelaporan yang dapat diakses. Edukasi hukum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem perlindungan yang lebih responsif dan berbasis kesadaran hukum di lingkungan pesantren.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tentang edukasi hukum kekerasan seksual di Pondok Pesantren Nujumul Huda Batu Samban dan Darussalam Bermi berhasil meningkatkan pengetahuan santri mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual serta pentingnya interaksi sehat.Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran santri terhadap hak-hak korban kekerasan seksual, meliputi perlindungan, pendampingan hukum, dan pemulihan psikologis.Edukasi tersebut menumbuhkan pemahaman bahwa korban kekerasan seksual berhak mendapatkan perlindungan dan tidak boleh disalahkan sesuai peraturan yang berlaku.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi secara lebih mendalam keberlanjutan dampak edukasi hukum ini dalam jangka panjang di lingkungan pesantren. Penting untuk mengetahui apakah peningkatan kesadaran yang telah tercapai benar-benar berujung pada perubahan perilaku, penurunan kasus kekerasan seksual, serta peningkatan laporan yang ditindaklanjuti secara efektif. Studi masa depan bisa menggunakan pendekatan longitudinal untuk memantau perkembangan pemahaman dan praktik perlindungan hukum dalam kurun waktu beberapa tahun setelah intervensi edukasi. Selain itu, penelitian dapat memperluas cakupan dengan membandingkan efektivitas berbagai metode edukasi hukum, bukan hanya ceramah dan tanya jawab, tetapi juga simulasi kasus, lokakarya khusus untuk pengelola pesantren, atau program peer-education di antara santri. Ini akan membantu mengidentifikasi strategi terbaik yang dapat disesuaikan dengan karakteristik unik setiap pesantren untuk membangun sistem perlindungan yang responsif dan partisipatif. Kemudian, penting juga untuk meneliti bagaimana struktur relasi kuasa yang kompleks di pesantren, yang sering menjadi penghalang pelaporan, dapat dikelola atau diadaptasi melalui mekanisme internal yang lebih berpihak pada korban. Misalnya, dengan mengembangkan model pendampingan korban yang melibatkan tokoh masyarakat atau alumni yang dipercaya, sehingga korban merasa lebih aman dan berani bersuara tanpa khawatir akan stigma atau sanksi sosial. Penelitian semacam ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih konkret bagi pemerintah dan lembaga keagamaan dalam merumuskan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang komprehensif di seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia. Dengan demikian, upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan bebas kekerasan dapat terwujud secara berkelanjutan.
| File size | 278.84 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusiPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusi
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Dengan begitu, proses belajar mereka tidak dapat berjalan maksimal, sehingga diperlukan intervensi yang tepat. Penelitian dan praktik sebelumnya menunjukkanDengan begitu, proses belajar mereka tidak dapat berjalan maksimal, sehingga diperlukan intervensi yang tepat. Penelitian dan praktik sebelumnya menunjukkan
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif (learning by doing) yang meliputi tiga tahapan utama: persiapan dan koordinasi, pelaksanaanMetode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif (learning by doing) yang meliputi tiga tahapan utama: persiapan dan koordinasi, pelaksanaan
UNSERAUNSERA Metode pelaksanaan melalui tiga tahap yaitu sosialisasi, edukasi serta pelatihan dan praktik langsung terkait pemilahan sampah. Hasil penelitian menunjukkanMetode pelaksanaan melalui tiga tahap yaitu sosialisasi, edukasi serta pelatihan dan praktik langsung terkait pemilahan sampah. Hasil penelitian menunjukkan
STAIMADIUNSTAIMADIUN Moderasi Islam di dalam pendidikan dapat meningkatkan karakter dan toleransi siswa. Pendekatan moderasi membantu mengurangi ekstrimisme serta mempromosikanModerasi Islam di dalam pendidikan dapat meningkatkan karakter dan toleransi siswa. Pendekatan moderasi membantu mengurangi ekstrimisme serta mempromosikan
STAIMADIUNSTAIMADIUN Proses pengumpulan data dilakukan di lima perguruan tinggi agama Islam dan menggunakan metode observasi dan wawancara dengan dosen dan mahasiswa. DariProses pengumpulan data dilakukan di lima perguruan tinggi agama Islam dan menggunakan metode observasi dan wawancara dengan dosen dan mahasiswa. Dari
IKHACIKHAC Bullying di lingkungan pesantren merupakan fenomena yang memprihatinkan, karena bertentangan dengan misi utama pesantren dalam membentuk karakter santriBullying di lingkungan pesantren merupakan fenomena yang memprihatinkan, karena bertentangan dengan misi utama pesantren dalam membentuk karakter santri
UHBUHB 000,00 (lima puluh ribu rupiah) - Rp. 000,00 (seratus delapan puluh ribu rupiah) di wilayah Kabupaten Banyumas. Faktor penghambat dalam komponen substansi000,00 (lima puluh ribu rupiah) - Rp. 000,00 (seratus delapan puluh ribu rupiah) di wilayah Kabupaten Banyumas. Faktor penghambat dalam komponen substansi
Useful /
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Bunga telang (Clitoria ternatea L) memiliki potensi sebagai bahan minuman herbal karena kandungan antioksidannya, namun pemanfaatannya di masyarakat masihBunga telang (Clitoria ternatea L) memiliki potensi sebagai bahan minuman herbal karena kandungan antioksidannya, namun pemanfaatannya di masyarakat masih
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Dengan demikian, PkM ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Tanjung Sari. KegiatanDengan demikian, PkM ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Tanjung Sari. Kegiatan
STIMI BJMSTIMI BJM Kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, danKegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan
UNSERAUNSERA Kegiatan pengabdian ini berhasil merancang desain kemasan baru untuk produk Telur Asin Mang Book yang mampu memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkanKegiatan pengabdian ini berhasil merancang desain kemasan baru untuk produk Telur Asin Mang Book yang mampu memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkan