PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA

Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan PerubahanJurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/peternak dalam memanfaatkan limbah urine kambing sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Permasalahan utama masyarakat adalah ketergantungan pada pupuk kimia dan belum optimalnya pemanfaatan limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan POC menggunakan bahan lokal (urine kambing, rimpang jahe-kunyit-lengkuas, EM4, dolomit, terasi, dan molase). POC difermentasi selama dua minggu dan diaplikasikan pada tanaman jagung dan sayuran dengan dosis 200 ml/L air. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan tanaman yang diberi POC memiliki daun lebih hijau, batang lebih kuat, serta pertumbuhan lebih seragam dibandingkan kontrol tanpa POC. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan praktis petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mendorong pengelolaan limbah ternak yang produktif. Dengan demikian, PkM ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Tanjung Sari.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Tanjung Sari dalam mengolah urine kambing menjadi pupuk organik cair (POC) yang bernilai tinggi.Proses fermentasi POC terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanaman jagung serta sayuran di lapangan, menghasilkan daun lebih hijau, batang lebih kokoh, dan pertumbuhan seragam.Selain manfaat agronomis, kegiatan ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi dengan menumbuhkan kesadaran akan pertanian ramah lingkungan dan potensi ekonomi limbah ternak, mendorong petani menuju pertanian berkelanjutan dan mandiri.

Penelitian lanjutan dapat mendalami beberapa aspek krusial untuk mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari urine kambing. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif dan optimasi formulasi POC dengan variasi bahan aktivator lokal lainnya atau penyesuaian konsentrasi rimpang yang digunakan, bukan hanya terpaku pada EM4. Hal ini bertujuan menemukan formulasi paling efektif dan ekonomis yang dapat disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya di berbagai daerah, sekaligus meningkatkan kandungan nutrisi spesifik untuk jenis tanaman berbeda seperti hortikultura atau tanaman pangan. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan apakah ada kombinasi bahan alami yang dapat menggantikan EM4 atau molase jika ketersediaannya menjadi kendala. Kedua, studi jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan dari aplikasi POC urine kambing terhadap kesehatan dan kesuburan tanah. Meskipun hasil awal menunjukkan perbaikan struktur tanah dan pertumbuhan tanaman, investigasi mendalam mengenai perubahan populasi mikroba tanah, dinamika unsur hara, serta resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit akibat penggunaan POC secara terus-menerus akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Penelitian ini akan mengukur sejauh mana POC dapat benar-benar merestorasi degradasi lahan akibat pupuk kimia dalam jangka waktu bertahun-tahun. Ketiga, perlu dilakukan analisis sosial-ekonomi yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu adopsi dan keberlanjutan produksi POC oleh petani di luar Desa Tanjung Sari. Studi ini dapat mengkaji tantangan praktis yang dihadapi petani, seperti konsistensi dalam proses fermentasi, logistik pengumpulan urine, serta potensi pemasaran produk POC skala kecil. Dengan demikian, pengembangan model bisnis atau koperasi petani produsen POC dapat dirancang lebih strategis, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Read online
File size328.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test