PNMPNM

DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)

Perkembangan teknologi saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi antara sistem fisik dan digital melalui Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta sistem otomatisasi berbasis sensor dan aktuator. Sayangnya, pemahaman siswa, terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah, terhadap konsep dasar teknologi seperti sensor dan aktuator masih sangat minim. Sekolah Dasar Islam Unggulan (SDIU) Sahabat berdedikasi untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pembelajaran akademik modern, berlokasi di Jalan Sedoro, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Metode belajar umum fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan di bidang sains, matematika, bahasa, dan studi sosial, menggunakan pendekatan berbasis inquiry dan pembelajaran aktif untuk mengasah kemampuan kognitif siswa. Saat ini, SDIU Sahabat ingin menambah kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa di bidang teknologi khususnya robotika. Pihak sekolah juga ingin mengenalkan teknologi-teknologi sederhana kepada siswa-siswinya. Namun, pihak sekolah menyatakan belum ada kesiapan karena belum ada dasar ilmu tentang teknologi elektronika dan modul pembelajaran yang tepat. Oleh sebab itu, tim PKM PNM berencana untuk membantu pihak sekolah untuk mengenalkan teknologi dasar-dasar elektronika kepada siswa-siswi SD menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroller Arduino Uno. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SDIU Sahabat dengan target siswa-siswi SD Kelas 6 yang berjumlah 30 siswa. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk pengenalan dan pelatihan dasar tentang Sensor Aktuator sebagai dasar-dasar elektronika menggunakan mikrokontroller Arduino Uno. Selain itu, untuk menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi, khususnya dalam bidang elektronika dan pemrograman sejak dini. Metode dengan cara pemaparan materi, praktek langsung merakit sensor pada Arduino dengan menyelesaikan proyek sederhana. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan dan seluruh proyek sederhana berhasil diselesaikan oleh seluruh kelompok sehingga diperoleh nilai 100%.

Kegiatan pengabdian masyarakat di SDIU Sahabat berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari siswa, yang aktif berpartisipasi dan berhasil menyelesaikan proyek sederhana merakit sensor aktuator menggunakan Arduino Uno.Seluruh kelompok siswa sukses mengerjakan proyek yang diberikan, menunjukkan pemahaman dan kemampuan praktis.Sebagai luaran, tim menyerahkan prototipe smart trash berbasis sensor ultrasonik dan Arduino Uno kepada pihak sekolah, sebagai implementasi konkret dari pelatihan.

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih dalam guna memperkuat literasi teknologi di kalangan siswa sekolah dasar. Pertama, penting untuk menginvestigasi bagaimana desain modul pembelajaran teknologi sensor dan aktuator berbasis Arduino Uno dapat dikembangkan agar tidak hanya berfokus pada pengenalan singkat, melainkan memberikan pengalaman belajar yang lebih berkelanjutan dan mendalam. Penelitian dapat membandingkan efektivitas model workshop satu hari dengan program multi-sesi atau ekstrakurikuler jangka panjang dalam meningkatkan retensi pengetahuan, keterampilan pemecahan masalah, dan keberanian siswa untuk bereksplorasi secara mandiri. Kedua, mengingat antusiasme siswa namun adanya keterbatasan dalam keaktifan bertanya dan pemahaman mendalam pada sebagian kecil peserta, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi metode pedagogi inovatif yang secara spesifik dirancang untuk mengatasi rasa malu atau takut siswa SD dalam bertanya serta mendorong partisipasi aktif. Ini bisa mencakup studi tentang dampak gamifikasi, pendekatan berbasis proyek kolaboratif, atau penggunaan alat bantu visual interaktif terhadap peningkatan kepercayaan diri dan pemahaman konseptual. Terakhir, dengan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan proyek sederhana dan penyerahan prototipe smart trash, muncul potensi untuk mengembangkan studi yang mengevaluasi integrasi kurikulum robotika dan Internet of Things sederhana ke dalam pendidikan dasar. Bagaimana kurikulum tersebut dapat dirancang agar secara efektif menumbuhkan minat jangka panjang siswa terhadap inovasi teknologi, sekaligus memberdayakan mereka untuk menciptakan solusi praktis bagi tantangan di lingkungan sekitar mereka? Pertanyaan ini membuka jalan bagi penelitian yang menguji model pembelajaran yang memungkinkan siswa berinovasi dari ide dasar menjadi prototipe yang lebih kompleks dan fungsional.

  1. Vol 8, No 3 (2025). vol skip main content menu doi http dx kacanegara v8i3 jurnal pengabdian masyarakat... doi.org/10.28989/kacanegara.v8i3Vol 8 No 3 2025 vol skip main content menu doi http dx kacanegara v8i3 jurnal pengabdian masyarakat doi 10 28989 kacanegara v8i3
Read online
File size346 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test