STTWSTTW

TeknikaTeknika

Pemanas induksi merupakan proses pemanasan modern yang bebas kontaminasi dan emisi, sehingga sangat dikembangkan dalam teknologi heat treatment. Penelitian ini berfokus pada pengaruh konduktivitas material baja AISI terhadap laju pemanasan, suhu maksimal, serta laju pendinginan yang terukur ketika material uji dipanasi menggunakan mesin pemanas induksi (induction heating). Dua material AISI, yaitu AISI 4140 dan AISI 4340, digunakan dalam penelitian ini. Material AISI 4140 memiliki nilai konduktivitas termal 42,6 W/m.K, sedangkan AISI 4340 memiliki nilai konduktivitas termal 44,5 W/m.K. Material tersebut dipanaskan menggunakan pemanas induksi selama 15 menit, kemudian didinginkan menggunakan media udara dan air. Pengukuran suhu dilakukan pada material menggunakan thermocouple yang dikombinasikan dengan Arduino, sehingga pengukuran suhu dapat direkam secara real-time. Berdasarkan pengambilan data suhu pada spesimen ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi, menunjukkan bahwa suhu maksimal yang terukur pada material uji adalah 747,75°C ketika menggunakan material AISI 4140, tetapi jika menggunakan material AISI 4340 menghasilkan suhu maksimal yang lebih tinggi, yaitu 754,5°C. Sedangkan jika ditinjau dari laju pendinginan, laju pendinginan baja AISI 4340 sebesar 0,14°C/s pada media pendingin udara dan 5,27°C/s pada media pendingin air. Baja AISI 4140 menghasilkan laju pendinginan 0,08°C/s pada media pendingin udara dan 4,75°C/s pada media pendingin air. Penurunan suhu rata-rata pada media pendingin udara antara baja AISI 4140 dengan baja AISI 4340 memiliki perbedaan sebesar 0,06°C/s, dan pada media pendingin air memiliki perbedaan sebesar 0,52°C/s. Baja AISI 4340 lebih cepat membuang panas, sedangkan baja AISI 4140 lebih lama menyimpan panas. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar konduktivitas panas suatu material, maka semakin tinggi suhu yang terukur dan laju pendinginan semakin cepat.

Berdasarkan analisis hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan konduktivitas panas pada baja AISI 4140 dan baja AISI 4340 berpengaruh terhadap pencapaian suhu maksimal yang terukur ketika material dipanaskan menggunakan proses Induction Heating.Suhu maksimal yang terukur untuk masing-masing spesimen uji berbeda, yaitu 747,75°C untuk baja AISI 4140 dan 754,5°C untuk baja AISI 4340.Perbedaan konduktivitas panas juga berpengaruh terhadap laju pendinginan rerata ketika material dipanaskan menggunakan proses Induction Heating lalu didinginkan dengan media pendingin yang berbeda.Laju pendinginan baja AISI 4340 lebih cepat dibandingkan baja AISI 4140 pada media pendingin udara maupun air.Hal ini mengindikasikan bahwa konduktivitas panas material berpengaruh terhadap kemampuan mendistribusikan panas dan laju pendinginan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh konduktivitas panas material pada proses pemanasan induksi, khususnya pada material baja AISI. Selain itu, dapat dieksplorasi lebih lanjut tentang pengaruh media pendingin yang berbeda terhadap laju pendinginan material. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses pemanasan induksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti frekuensi, intensitas arus, dan dimensi spesimen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan teknologi heat treatment dan pemanasan induksi.

  1. THE EFFECT OF THERMAL CONDUCTIVITY AND COOLING MEDIA ON MAXIMUM TEMPERATURE AND COOLING RATE IN THE INDUCTION... doi.org/10.52561/teknika.v10i1.390THE EFFECT OF THERMAL CONDUCTIVITY AND COOLING MEDIA ON MAXIMUM TEMPERATURE AND COOLING RATE IN THE INDUCTION doi 10 52561 teknika v10i1 390
Read online
File size1.29 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test