ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA

Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi Ekonomi

Penelitian ini mengevaluasi praktik analisis jabatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Temuan menunjukkan bahwa analisis jabatan saat ini belum optimal karena eksplorasi tugas-tugas mandat Kementerian yang belum lengkap, menyebabkan pemetaan tanggung jawab yang tidak jelas dan kurangnya kepatuhan terhadap pedoman PermenpanRB No. 1 Tahun 2020. Pengumpulan data, yang terutama dilakukan oleh tim internal menggunakan metode berbasis templat, menimbulkan kekhawatiran tentang validitas dan reliabilitas informasi. Tiga agen utama menyediakan informasi analisis jabatan: pemangku jabatan, atasan mereka, dan analis jabatan. Tantangan yang teridentifikasi adalah keterbatasan pemahaman strategi organisasi dan fungsi jabatan di kalangan pemangku jabatan dan atasan, dikombinasikan dengan kompetensi analis jabatan yang tidak memadai. Selain itu, penelitian menemukan bahwa validitas dan reliabilitas data terganggu karena proses verifikasi yang tidak memadai. Sebagai solusinya, diusulkan model analisis jabatan empat tahap, yang meliputi persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan distribusi hasil, dengan tujuan analisis jabatan yang lebih akurat dan komprehensif.

Analisis jabatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum optimal karena eksplorasi tugas mandat yang tidak lengkap, pemetaan tanggung jawab yang tidak jelas, dan ketidakpatuhan terhadap PermenpanRB No.1 Tahun 2020, dengan analisis yang terbatas pada kebutuhan administratif.Metode pengumpulan data oleh tim internal menggunakan templat dan sampling interview menimbulkan keraguan pada validitas dan reliabilitas, diperparah oleh keterbatasan pemahaman pemangku jabatan dan atasan tentang fungsi kerja, serta kompetensi analis jabatan yang kurang.Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan model analisis jabatan empat tahap yang mencakup persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penggunaan serta presentasi hasil, guna memastikan analisis yang lebih akurat dan relevan.

Penelitian ini mengusulkan model analisis jabatan yang lebih komprehensif untuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. Berdasarkan temuan tersebut, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan dan bisa memberikan kontribusi besar. Pertama, bagaimana efektivitas implementasi model analisis jabatan empat tahap yang baru diusulkan ini dalam meningkatkan akurasi dan kelengkapan informasi jabatan di lingkungan Kemenpora, serta apakah model ini dapat diadopsi secara luas di kementerian lain? Penelitian ini bisa mengevaluasi dampak langsung dari setiap tahapan model terhadap kualitas data analisis jabatan dan bagaimana data tersebut dipergunakan. Kedua, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara mendalam bagaimana peningkatan kualitas analisis jabatan—jika model tersebut berhasil diterapkan—dapat secara konkret berkontribusi pada peningkatan kinerja pegawai, kepuasan kerja, dan kualitas perumusan kebijakan strategis di bidang kepemudaan dan olahraga. Apakah dengan penempatan pegawai yang lebih sesuai kompetensi, akan tercipta dampak positif pada indikator keberhasilan program Kemenpora? Ketiga, mengingat adanya tantangan dalam pemahaman dan pemanfaatan analisis jabatan di kalangan staf dan pimpinan Kemenpora, studi selanjutnya dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan dan strategi manajemen perubahan yang paling efektif. Bagaimana pendekatan komunikasi, pelatihan berkelanjutan, dan insentif dapat mendorong adopsi serta pemanfaatan analisis jabatan secara optimal sebagai alat manajemen sumber daya manusia yang strategis di seluruh lapisan organisasi?.

  1. IDENTIFIKASI KOMPETENSI CUSTOMER SERVICE PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN METODE JOB COMPETENCY ASSESMENT... jpb.fisip.unila.ac.id/index.php/jpb/article/view/37IDENTIFIKASI KOMPETENSI CUSTOMER SERVICE PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN METODE JOB COMPETENCY ASSESMENT jpb fisip unila ac index php jpb article view 37
Read online
File size1.05 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test