UMUM

Sport Science and HealthSport Science and Health

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021-2024 menunjukkan bahwa prevalensi wasting pada anak di bawah lima tahun di Indonesia mengalami fluktuasi, dengan kesenjangan yang tetap terjadi di antara provinsi dan antara daerah perkotaan dan pedesaan, meskipun secara keseluruhan gizi anak telah membaik. Penelitian ini menganalisis determinan wasting pada anak di bawah lima tahun menggunakan data SSGI 2024 untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2.2. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 300.143 anak berusia 0-59 bulan. Faktor-faktor maternal dan anak yang terkait dengan wasting diidentifikasi menggunakan uji chi-square (p<0.05). Prevalensi wasting adalah 13.16%. Sebagian besar ibu berusia 25-34 tahun dan telah mengonsumsi suplemen zat besi (84.42%), tetapi hanya 36.58% yang mengikuti kelas prenatal. Beberapa ibu berada dalam risiko anemia (10.5%) dan kekurangan energi kronis (5.5%). Partisipasi ibu dalam kelas prenatal secara signifikan terkait dengan status gizi anak (p<0.001), dengan anak-anak dari ibu yang tidak mengikuti kelas lebih mungkin mengalami wasting. Temuan ini menekankan pentingnya pendidikan gizi selama kehamilan dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Pengurangan prevalensi wasting akan berkontribusi pada pencapaian TPB 2.2.

Studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara partisipasi ibu dalam kelas prenatal dan kejadian gizi kurang (wasting) pada balita di Indonesia.Analisis chi-square mengidentifikasi hubungan dengan angka kejadian wasting yang lebih tinggi pada anak-anak yang ibunya tidak mengikuti kelas prenatal.Hal ini mungkin terkait dengan pengetahuan dan praktik gizi yang terbatas selama 1.Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi dalam kelas prenatal merupakan faktor yang dapat dimodifikasi dalam mengurangi wasting.Penguatan cakupan dan kualitas kelas prenatal harus diprioritaskan sebagai strategi promotif-preventif untuk membantu mencapai TPB 2.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki efek jangka panjang dari partisipasi ibu dalam kelas prenatal terhadap status gizi anak. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap wasting, seperti kondisi sosial ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan. Dengan memahami faktor-faktor ini secara lebih mendalam, intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk mengurangi prevalensi wasting dan mencapai TPB 2.2.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... epag.springeropen.com/articles/10.1186/s43054-021-00087-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site epag springeropen articles 10 1186 s43054 021 00087 7
  2. Prevalence and risk predictors of childhood stunting in Bangladesh | PLOS One. prevalence risk predictors... doi.org/10.1371/JOURNAL.PONE.0279901Prevalence and risk predictors of childhood stunting in Bangladesh PLOS One prevalence risk predictors doi 10 1371 JOURNAL PONE 0279901
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12889-023-16160-2Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12889 023 16160 2
Read online
File size189.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test