JURNALFAMILIAJURNALFAMILIA

Familia: Jurnal Hukum KeluargaFamilia: Jurnal Hukum Keluarga

Pemberian bimbingan dan pembinaan sebelum menikah kepada kedua calon pengantin bertujuan untuk membangun motivasi yang tepat, yang sangat penting untuk mempertahankan pernikahan. Tercatat sebanyak 3.759 jumlah perkara perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kota Palu Kelas 1a sejak tahun 2019 hingga 2021, melihat fenomena tingginya angka perceraian tersebut menjadikan program SUSCATIN menjadi salah satu solusi dari pemerintah yang diamanatkan dalam regulasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Yuridis Empiris dengan pendekatan Sosiolojical dan perundang-undangan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pelaksanaan kursus yang diselenggarakan melalui pemberian materi, narasumber, penjadwalan, serta prosedur pelaksanaan. Mengenai efektifitas program dan pelaksanaan kursus calon pengantin belum maksimal secara regulasi jika dikaji secara struktur, subtansi dan budaya hukum.

Kesimpulan penelitian yakni keberadaan SUSCATIN seharusnya menjadi perhatian bagi kehidupan masyarakat terutama dalam membina keluarga sebelum menikah dan tidak ada lagi anggapan bahwa SUSCATIN hanya bermuatan nasehat secara umum.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi terhadap efektivitas regulasi yang mengatur program SUSCATIN, terutama dari aspek struktur, substansi, dan budaya hukum. Kedua, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bimbingan perkawinan atau kursus calon pengantin, agar mereka memahami manfaatnya dalam membangun keluarga yang harmonis. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode penyampaian materi dalam kursus calon pengantin, seperti dialog, simulasi, dan studi kasus, agar peserta lebih memahami berbagai permasalahan dan menemukan solusi yang tepat.

Read online
File size336.93 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test