FOUNDAEFOUNDAE
Just a moment...Just a moment...Latar belakang: Siklus menstruasi dan gejala fisik terkait, seperti kelelahan, perubahan suasana hati, kram, perubahan tingkat energi, dan ketidaknyamanan fisik, dapat secara langsung memengaruhi kinerja atletik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek dari dua tahap siklus menstruasi (fase folikular awal dan fase luteal) terhadap pemulihan dari latihan, yang diukur dengan variabilitas detak jantung, kinerja melompat, dan kuesioner kesejahteraan psikologis sehubungan dengan rezim pelatihan saat ini. Metode: Desain pengukuran berulang digunakan, dan signifikansi statistik ditetapkan a priori pada p < 0,05. Lima belas (n = 15) peserta wanita (rata-rata ± SD) untuk usia, tinggi, berat badan, komposisi tubuh 19,60 ± 1,3 tahun, 164,67 ± 5,78 cm, 62,44 ± 10,95 kg, dan komposisi tubuh 24,34 ± 6,45%), diuji pada fase folikular awal dan fase luteal awal dari siklus menstruasi mereka. Hasil: Para peneliti mengamati perbedaan signifikan dalam kesiapan yang dirasakan untuk berlatih antara dua fase. Fase luteal awal menunjukkan skor yang secara signifikan lebih tinggi (p < 0,01) pada kuesioner kesejahteraan dibandingkan fase folikular awal. Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan untuk HRV (p = 0,62), indeks kekuatan reaktif (p = 0,59), dan kinerja lompatan vertikal (p = 0,12) antara dua fase. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa pada fase luteal awal, atlet kurang terpengaruh oleh faktor psikologis dan tampaknya lebih siap untuk berlatih. Namun, faktor-faktor ini tidak memiliki dampak signifikan pada metrik kinerja.
Hasil ini menunjukkan bahwa pada fase luteal awal, atlet kurang terpengaruh oleh faktor psikologis dan tampak lebih siap untuk berlatih.Namun, faktor-faktor ini tidak memiliki dampak signifikan pada metrik kinerja.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme yang mendasari dampak siklus menstruasi pada kinerja atletik wanita dan untuk mengembangkan strategi pelatihan yang lebih personal dan efektif.
Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penting untuk menyelidiki bagaimana strategi intervensi, seperti nutrisi yang dipersonalisasi atau latihan yang disesuaikan dengan fase siklus menstruasi, dapat memengaruhi kesiapan dan kinerja atletik wanita. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada eksplorasi mekanisme fisiologis dan psikologis yang mendasari hubungan antara siklus menstruasi dan kinerja atletik. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal untuk memahami bagaimana perubahan hormonal selama siklus menstruasi memengaruhi adaptasi latihan dan potensi risiko cedera pada atlet wanita dari waktu ke waktu. Mengintegrasikan saran-saran ini dapat menghasilkan pendekatan pelatihan yang lebih personal, aman, dan efektif untuk atlet wanita, memaksimalkan kinerja mereka sambil meminimalkan risiko cedera.
- Differences in perceived readiness to train between two menstrual cycle phases in female athletes | Journal... journal.foundae.com/index.php/jcss/article/view/882Differences in perceived readiness to train between two menstrual cycle phases in female athletes Journal journal foundae index php jcss article view 882
- Twitter Timeline. validity reliability session method monitoring exercise training intensity south african... journals.assaf.org.za/sajsm/article/view/247Twitter Timeline validity reliability session method monitoring exercise training intensity south african journals assaf za sajsm article view 247
| File size | 379.79 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pengamatan aktivitas anak juga meningkat, hal ini dapat terlihat dari data awal hingga siklus II pertemuan 2. Data awal 41,27%, Siklus II pertemuan 2 diperolehPengamatan aktivitas anak juga meningkat, hal ini dapat terlihat dari data awal hingga siklus II pertemuan 2. Data awal 41,27%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh
MARANATHAMARANATHA Hal ini menyebabkan beberapa atlet perempuan menyalahgunakan testosteron, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan mengubah fungsi fisiologis. TinjauanHal ini menyebabkan beberapa atlet perempuan menyalahgunakan testosteron, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan mengubah fungsi fisiologis. Tinjauan
PUBMEDIAPUBMEDIA Pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimental kuantitatif dengan pengukuran kadar air yang berhasil dihilangkan selama proses pengeringan beku.Pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimental kuantitatif dengan pengukuran kadar air yang berhasil dihilangkan selama proses pengeringan beku.
UNSOEDUNSOED Uji kualitas keseluruhan dilakukan sesuai standar dan persyaratan produk tabir surya di Indonesia (SNI 16-4399-1996), sedangkan prosedur uji hedonik-organoleptikUji kualitas keseluruhan dilakukan sesuai standar dan persyaratan produk tabir surya di Indonesia (SNI 16-4399-1996), sedangkan prosedur uji hedonik-organoleptik
APTKLHIAPTKLHI Pengaruh fraksi volume karbon/PFs terhadap sifat komposit hibrida diperiksa menggunakan uji mekanik, termal, dan struktur rekahan dengan pemindaian mikroskopPengaruh fraksi volume karbon/PFs terhadap sifat komposit hibrida diperiksa menggunakan uji mekanik, termal, dan struktur rekahan dengan pemindaian mikroskop
UPIUPI Beberapa sisa impuritas dari surfaktan memberikan perbedaan signifikan dalam kinerja elektrokimia komposit. Nilai kapasitansi spesifik komposit rGO, rGO-ZnO,Beberapa sisa impuritas dari surfaktan memberikan perbedaan signifikan dalam kinerja elektrokimia komposit. Nilai kapasitansi spesifik komposit rGO, rGO-ZnO,
UNILAUNILA Mengurangi postur membungkuk/setengah membungkuk, mengurangi berat ember getah, dan mengambil istirahat singkat di antara kegiatan kerja harus dipertimbangkanMengurangi postur membungkuk/setengah membungkuk, mengurangi berat ember getah, dan mengambil istirahat singkat di antara kegiatan kerja harus dipertimbangkan
UBTUBT Strategi/teknik khusus yang digunakan mengacu pada sistem nilai budaya Tarakan namun dapat diterapkan di seluruh Indonesia dengan menyesuaikan keragamanStrategi/teknik khusus yang digunakan mengacu pada sistem nilai budaya Tarakan namun dapat diterapkan di seluruh Indonesia dengan menyesuaikan keragaman
Useful /
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA kecepatan pemrosesan tanpa kedalaman semantik, ketidakhadiran representasi struktural hierarkis, serta kurangnya pemahaman pragmatik yang memerlukan Theorykecepatan pemrosesan tanpa kedalaman semantik, ketidakhadiran representasi struktural hierarkis, serta kurangnya pemahaman pragmatik yang memerlukan Theory
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Kosakata terorganisir berdasarkan kriteria semantik, fonologis, dan morfologis, berfungsi sebagai gudang mental yang kompleks dan sangat terstruktur, bukanKosakata terorganisir berdasarkan kriteria semantik, fonologis, dan morfologis, berfungsi sebagai gudang mental yang kompleks dan sangat terstruktur, bukan
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Temuan menunjukkan bahwa mode non-verbal sering kali memiliki bobot komunikatif yang setara atau lebih besar daripada teks verbal, terutama dalam mengungkapkanTemuan menunjukkan bahwa mode non-verbal sering kali memiliki bobot komunikatif yang setara atau lebih besar daripada teks verbal, terutama dalam mengungkapkan
APTKLHIAPTKLHI Kulit pisang mengandung selulosa tinggi sehingga berpotensi menjadi bahan baku kertas. Metode organosolv menggunakan pelarut etanol 60% pada suhu 170 °CKulit pisang mengandung selulosa tinggi sehingga berpotensi menjadi bahan baku kertas. Metode organosolv menggunakan pelarut etanol 60% pada suhu 170 °C