STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Artikel ini mengemukakan tentang pentingnya mengajarkan firman Allah kepada orang percaya supaya dihayati dan diterapkan maknanya dalam kehidupan mereka. Mengingat akan keyakinan gereja bahwa Alkitab memiliki otoritas atas kehidupan orang percaya termasuk di era postmodern ini. Untuk mencapai pengajaran yang relevan dengan kebutuhan itu, maka dibutuhkan hermeneutik Alkitab sebagai jawaban final terhadap isu postmodern. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi pustaka. Peneliti menemukan bahwa otoritas Alkitab sangat esensial bagi gereja di dunia postmodern. Berita Alkitab menyediakan fondasi kebenaran yang objektif dan transenden di tengah relativisme dan subjektivitas yang merajalela. Demikian juga Alkitab menjadi kompas moral dan teologis yang esensial untuk menavigasi isu-isu kompleks. Berita Alkitab juga dibutuhkan guna mempertahankan identitas dan misi gereja yang unik dalam lanskap budaya postmodern yang terus berubah dan sering kali menantang klaim-klaim kebenaran absolut. Gereja tidak dapat berdiri tegak jika tanpa kebenaran Injil Kristus. Kesimpulannya, hermeneutik Alkitab merupakan sumber yang tepat dan sahih guna menjawab semua pemikiran postmodern yang menyerang iman Kristen.

Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana hermeneutik Alkitab dapat diterapkan secara praktis dalam konteks postmodern, khususnya dalam hal menavigasi isu-isu kompleks dan mempertahankan identitas dan misi gereja. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana hermeneutik Alkitab dapat menjadi alat untuk memperkuat iman orang percaya di tengah tantangan dan pengaruh pemikiran postmodern. Ketiga, studi komparatif tentang hermeneutik Alkitab di berbagai tradisi dan budaya dapat dilakukan untuk memahami bagaimana hermeneutik dapat disesuaikan dengan konteks lokal tanpa mengabaikan kebenaran objektif dan transenden yang disampaikan oleh Alkitab.

  1. Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern | Fidei:... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/564Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern Fidei stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 564
Read online
File size355.22 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test