ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Perjanjian Sinai adalah perjanjian yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Israel. Melalui perjanjian ini Allah memberikan ketetapanNya sebagai Allah pencipta dan juga bangsa Israel mendapatkan hak istimewa sebagai umat pilihan. Berkat yang diberikan kepada bangsa Israel ini juga diberikan kepada gereja. Menyadari hal itu gereja harus mempersiapkan jemaat dalam menerimanya. Ketidakmampuan gereja dalam memahami janji itu akan berakibat gagalnya gereja dalam mengemban tugas tugasnya dengan baik. Dalam perjanjian Sinai Allah sebagai pencipta yang menjadikan bangsa Israel sebagai milik kepunyaannya, menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Keluaran 19: 5). Perjanjian ini memisahkan jati diri bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah. Gereja sebagai persekutuan yang ditetapkan oleh Allah juga mendapatkan berkat ini (1 Petrus 2:9). Tujuan penelitian ini memudahkan pembaca dapat memahami bagaimana seharusnya melihat hubungan antara perjanjian Sinai antara Allah dengan Israel dan perjanjian Allah dengan gereja. Adapun sumber penelitian ini diambil dari berbagai buku tafsir dan teologi biblika perjanjian Lama dan perjanjian baru.

Dari pembahasan di atas dapat dilihat bahwa hubungan perjanjian Sinai dengan gereja sangatlah berkaitan.Gereja membawa mandat Allah membawa banyak orang tidak percaya kepada Allah, ketika mereka memasuki gereja maka jemaat dibawa ke dalam sebuah perjanjian dimana jemaat akan menjadi milik dari pada Allah, jemaat akan menjadi bagian dari kerajaan Imam yang menjadi perantara antara manusia dengan Allah, jemaat akan mendapat posisi kudus secara posisi dihadapan Allah sehingga layak untuk membangun persekutuan dengan Allah.Hasil dari perjanjian itu akan dapat dinikmati oleh jemaat.Meluruskan pemahaman tentang keterkaitan perjanjian Sinai dengan gereja akan membawa gereja kepada sebuah pemahaman bawa gereja bukan hanya membawa jemaat untuk datang beribadah tetapi harus sampai kepada pengenalan akan Allah yang membuat perjanjian.Pemahaman jemaat akan Allah dapat dibangun melalui pengajaran pengajaran yang telah diprogramkan oleh gereja.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi prinsip-prinsip perjanjian Sinai dapat memperkuat identitas dan misi gereja dalam konteks budaya modern. Kedua, studi komparatif antara konsep kerajaan imam dalam Perjanjian Lama dan peran pelayanan diaken dalam gereja modern dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana gereja dapat lebih efektif melayani masyarakat. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam, seperti wawancara dengan pemimpin gereja dan anggota jemaat, dapat membantu memahami bagaimana pemahaman tentang perjanjian Sinai memengaruhi praktik keagamaan dan kehidupan spiritual mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman teologis dan praktis tentang relevansi perjanjian Sinai bagi gereja saat ini, serta mendorong gereja untuk terus bertransformasi menjadi komunitas yang setia dan relevan di tengah dunia.

Read online
File size152.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test