KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE

Jurnal ManajemenJurnal Manajemen

Penelitian ini menyelidiki dampak Moving Average (MA) harga saham dan Transaction Volume terhadap Return saham di sektor perbankan Indonesia, khususnya indeks LQ45 dari tahun 2020 hingga 2023. Penelitian ini menyelami konsep Hipotesis Pasar Efisien (EMH), Keuangan Perilaku, dan Analisis Teknis. EMH menyatakan bahwa harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia dan sulit untuk konsisten mengalahkan, sementara Keuangan Perilaku menyarankan bahwa faktor psikologis dapat menyebabkan inefisiensi pasar yang dapat dieksploitasi oleh analisis teknis. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), penelitian menemukan bahwa MA dan Transaction Volume berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham di sektor perbankan. Namun, terdapat variasi pada sampel bank individu karena faktor seperti fundamental dan perilaku unik, yang tidak dapat ditentukan hanya dari tren harga saham historis. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor tambahan di luar tren harga masa lalu saat menganalisis kinerja saham bank individu.

Moving Average (MA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham, menunjukkan bahwa penggunaan MA sebagai alat analisis teknis dapat membantu dalam memprediksi dan memahami pergerakan harga saham di sektor perbankan.Transaction Stock Volume (TSV) juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham, menandakan bahwa Volume transaksi saham berperan penting dalam memengaruhi kinerja saham di sektor perbankan.Apabila kedua faktor digabungkan secara sinergis, tidak terlihat pengaruh positif tambahan terhadap Return Saham.Penggunaan MA dan TSV secara terpisah dapat menjadi strategi yang lebih efektif dalam analisis pergerakan harga saham di sektor perbankan, sementara penggabungan keduanya tidak memberikan keuntungan tambahan yang signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan variasi pada sampel bank individu, seperti fundamental dan perilaku unik. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat mengembangkan model yang lebih akurat untuk memprediksi Return saham di sektor perbankan. Kedua, penelitian ini dapat diperluas dengan menganalisis pengaruh Moving Average dan Transaction Volume pada Return saham di sektor-sektor lain selain perbankan, seperti sektor industri atau teknologi. Dengan demikian, kita dapat membandingkan hasil dan mengidentifikasi pola-pola umum yang berlaku di berbagai sektor. Ketiga, penelitian ini dapat dikombinasikan dengan analisis perilaku investor dan pengaruhnya pada Return saham. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan perilaku investor, kita dapat mengembangkan strategi investasi yang lebih efektif dan mengurangi risiko dalam portofolio investasi.

  1. Business Perspectives - Machine learning applied in the stock market through the Moving Average Convergence... doi.org/10.21511/imfi.17(4).2020.05Business Perspectives Machine learning applied in the stock market through the Moving Average Convergence doi 10 21511 imfi 17 4 2020 05
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s00521-017-3194-2Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s00521 017 3194 2
  3. Pengaruh Moving Average dan Transaction Volume pada Return Saham Perbankan Indonesia | Jurnal Manajemen.... jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JM/article/view/1032Pengaruh Moving Average dan Transaction Volume pada Return Saham Perbankan Indonesia Jurnal Manajemen jurnal kwikkiangie ac index php JM article view 1032
Read online
File size1.05 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test